Tiga Kunci Sukses Persiba Balikpapan Bungkam Barito Putera

Pesiba Balikpapan saat menaklukkan Barito Putera 1-0 di Stadion Batakan / FB Persiba
Pesiba Balikpapan saat menaklukkan Barito Putera 1-0 di Stadion Batakan / FB Persiba

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Kejutan besar terjadi di Stadion Batakan pada Sabtu (24/1/2026). Persiba Balikpapan yang sempat terpuruk dalam tren negatif, sukses menumbangkan pemuncak klasemen Championship Grup 2, Barito Putera, dengan skor tipis 1-0.

Gol tunggal sang kapten, Abdul Rachman, tidak hanya mengakhiri paceklik kemenangan sejak Oktober 2025, tetapi juga membakar kembali asa Beruang Madu untuk bertahan di kompetisi. Di balik kemenangan heroik dalam Derbi Kalimantan yang panas ini, terdapat tiga faktor kunci yang menjadi titik balik Persiba:

1. Disiplin “Baja” Lini Belakang

Setelah menjadi sorotan tajam karena kebobolan 27 gol dalam 16 laga, pertahanan Persiba tampil bak tembok kokoh. Duet bek tengah, Rical Vieri dan Bintang Arrahim, bermain sangat tenang meski dikepung habis-habisan oleh lini serang Laskar Antasari.

Barito Putera yang mendominasi penguasaan bola hingga 72% dibuat frustrasi. Striker asing kelas wahid seperti Alecsandro dan Cornelius Stewart, hingga bek agresif Alves Renan, tak berkutik menghadapi barikade Persiba. Bahkan, 12 tendangan sudut yang diperoleh Barito gagal total dikonversi menjadi gol.

2. Performa “Clean Sheet” Pancar Nur Widiastono

Keputusan memasang Pancar Nur Widiastono di bawah mistar terbukti jitu. Mantan kiper Persis Solo ini tampil gemilang menggantikan Havizd Fauzan. Pancar menunjukkan kelasnya dengan ketenangan luar biasa:

  • Sigap memotong umpan silang dan menangkap bola udara.
  • Melakukan penyelamatan krusial dengan menepis dan memblok tembakan jarak dekat.
  • Bermain spartan hingga jatuh bangun demi menjaga kesucian gawangnya dari gempuran beruntun Barito Putera.

3. Tuah dan Sentuhan Dingin Leo Tupamahu

Kehadiran Leo Tupamahu sebagai nakhoda baru memberikan napas baru bagi Persiba. Sebagai mantan bek legendaris Indonesia, sentuhan Leo sangat terasa pada kedisiplinan taktis pemain.

Ia berhasil melakukan evaluasi total setelah menggantikan Mochammad Nasuha. Di bawah arahannya, skuat Selicin Minyak tampil lebih solid, minim kesalahan sendiri, dan memiliki daya juang tinggi meskipun bermain tanpa dukungan langsung suporter di stadion. Kemenangan ini menjadi bukti awal bahwa “tangan dingin” Leo mampu mengubah wajah pertahanan Persiba menjadi lebih disiplin.

Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Persiba untuk menjauh dari zona degradasi. Konsistensi kini menjadi tantangan berikutnya bagi Leo Tupamahu untuk membuktikan bahwa kebangkitan di Batakan bukanlah sekadar kebetulan.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses