Tiket Pesawat Naik 9-13 Persen: Menko Airlangga Umumkan Subsidi PPN 11 Persen

Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan
Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan (foto : Inibalikpapan)

JAKARTA, Inibalikpapan.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengakui adanya lonjakan harga avtur yang dilakukan oleh PT Pertamina (Persero) per April 2026. Meski demikian, pemerintah menilai harga tersebut masih tergolong kompetitif dibandingkan negara-negara tetangga.

“Memang ada kenaikan dari Pertamina, tetapi jika dibandingkan dengan harga avtur di negara lain, khususnya kawasan sekitar, kita masih jauh lebih kompetitif,” ujar Bahlil saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (6/4/2026), dilansir dari suara.com jaringan inibalikpapan.

Menurut Bahlil, penyesuaian harga avtur tidak bisa dilepaskan dari dinamika pasar global. Hal ini karena avtur di Indonesia juga melayani penerbangan internasional, sehingga mekanisme harga mengikuti pergerakan pasar dunia.

“Harga avtur ini adalah harga pasar. Apalagi kita juga melayani pengisian bahan bakar untuk pesawat dari luar negeri, sehingga mekanisme yang berlaku adalah mekanisme global,” jelasnya.

Kenaikan Avtur Tekan Maskapai

Kenaikan harga bahan bakar pesawat ini berdampak langsung pada industri penerbangan nasional. Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) bahkan mendesak pemerintah untuk segera menyesuaikan tarif tiket pesawat.

Berdasarkan penyesuaian harga dari PT Pertamina (Persero), harga avtur domestik untuk periode 1–30 April 2026 naik rata-rata hingga 70 persen. Sementara untuk penerbangan internasional, kenaikan mencapai 80 persen, meski bervariasi di setiap bandara.

Sebagai contoh, di Bandara Soekarno-Hatta, harga avtur domestik melonjak dari Rp13.656,51 per liter pada Maret 2026 menjadi Rp23.551,08 per liter pada April 2026—naik sekitar 72,45 persen.

Jika dibandingkan dengan periode awal penerapan kebijakan Tarif Batas Atas (TBA) pada 2019, lonjakan harga avtur bahkan telah mencapai 295 persen.

INACA Minta Penyesuaian Tarif Tiket

Ketua Umum INACA, Denon Prawiraatmadja, menyebut lonjakan harga avtur tidak terlepas dari kenaikan harga minyak dunia akibat konflik geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah.

“Seperti yang sudah kami perkirakan, harga avtur akan naik mengikuti harga global akibat krisis geopolitik. Karena itu, kami mendesak pemerintah segera menyesuaikan biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge) serta Tarif Batas Atas (TBA) penerbangan domestik,” tegas Denon.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses