Tingkatkan Ketangguhan Bencana, Kelurahan Mekar Sari Gelar Pelatihan Kesiapsiagaan

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Dalam upaya membangun masyarakat yang tangguh menghadapi ancaman bencana, Kelurahan Mekar Sari bersama Tim Penggerak PKK menggelar Pelatihan Kesiapsiagaan Bencana pada Kamis (11/9/2025). 

Kegiatan ini berlangsung di aula kantor kelurahan, dilanjutkan dengan praktik lapangan di RT 19 Mekarsari, serta melibatkan BPBD Kota Balikpapan, relawan Katana, Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan masyarakat setempat.

Lurah Mekar Sari, Evi Nurhayanti, menjelaskan pelatihan dirancang untuk meningkatkan kapasitas personil Katana (Keluarga Tangguh Bencana) sebagai garda terdepan dalam penanganan darurat di tingkat kelurahan.


“Tujuannya adalah meningkatkan kemampuan personil Katana, terutama dalam menghadapi kebakaran dan memberikan pertolongan pertama kepada korban sebelum petugas profesional datang. Dengan begitu, respon awal terhadap bencana bisa lebih cepat dan tepat,” ujarnya.

Sumber Air Alternatif

Evi menambahkan, peserta tidak hanya dibekali teori, tetapi juga praktik langsung. Salah satunya simulasi penggunaan Ground Water Tank (GWT) yang ada di RT 19 sebagai sumber air alternatif pemadaman kebakaran. GWT ini merupakan fasilitas bantuan Pemerintah Kota Balikpapan melalui BPBD, khusus untuk wilayah yang sulit dijangkau armada pemadam kebakaran.


“GWT ini sangat penting, terutama di daerah padat penduduk dengan akses jalan sempit. Masyarakat bisa langsung memanfaatkannya saat terjadi kebakaran, sebelum bantuan besar datang,” jelas Evi.

Menurutnya, personil Katana memiliki peran ganda. Selain berfungsi sebagai tim reaksi cepat saat bencana, mereka juga diharapkan menjadi teladan bagi warga lain dalam membangun kesadaran mitigasi.


“Katana harus bisa memimpin dan mengoordinasikan warga di lapangan saat terjadi krisis. Posisi mereka sangat strategis, sehingga kesiapsiagaan masyarakat Mekar Sari secara keseluruhan akan ikut meningkat,” tambahnya.

Kegiatan ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi multipihak. Hadirnya TP PKK, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga relawan Katana, menurut Evi, menegaskan bahwa pengurangan risiko bencana tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi harus dikerjakan bersama.


“Melalui semangat gotong royong, seluruh pemangku kepentingan harus bersatu. Dengan kerja sama yang solid, kami optimistis warga Mekar Sari bisa menjadi lebih siap dan tangguh menghadapi berbagai situasi darurat,” tegasnya.

Pelatihan berjalan dengan antusiasme tinggi. Usai sesi materi, peserta langsung mencoba teknik pemadaman menggunakan selang yang terhubung dengan GWT. Momen ini menjadi pengalaman nyata bagi warga dalam menghadapi kemungkinan kebakaran di lingkungan mereka.

BPBD Balikpapan melalui instruktur yang hadir juga mengingatkan pentingnya early warning system berbasis masyarakat. Warga diimbau untuk aktif melaporkan potensi bahaya, menjaga sarana prasarana kesiapsiagaan, dan memperkuat jaringan komunikasi darurat di tingkat RT.

Dengan pelatihan ini, Kelurahan Mekar Sari diharapkan dapat menjadi contoh bagi kelurahan lain di Balikpapan dalam membangun ketangguhan bencana berbasis masyarakat.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses