TNI Bantah Intimidasi Mahasiswa di Balikpapan: Kapendam Sebut Video Viral Sengaja Dipotong
BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Komando Daerah Militer (Kodam) VI/Mulawarman memberikan klarifikasi tegas terkait video viral yang menarasikan adanya tindakan intimidasi oleh aparat terhadap mahasiswa saat aksi Aliansi Balikpapan Bersuara pada Selasa (31/3/2026) lalu. TNI menyatakan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan video yang beredar telah dimanipulasi.
Kapendam VI Mulawarman, Kolonel Inf Gatot Teguh Waluyo, menegaskan bahwa rekaman yang tersebar di media sosial tidak menggambarkan fakta utuh di lapangan.
Video Viral Dinilai Menyesatkan
Menurut Kolonel Gatot, video tersebut sengaja dipotong untuk menggiring opini negatif terhadap aparat. Padahal, suasana aksi berlangsung kondusif dan berakhir dengan damai.
“Video yang di-share itu dipotong. Yang ditampilkan hanya bagian yang terkesan negatif, padahal faktanya di lapangan tidak seperti itu. Setelah kegiatan selesai, mereka saling bersalaman, berpelukan, bahkan bercanda,” ujar Gatot, Kamis (2/4/2026).
Ia menambahkan bahwa TNI sangat menghargai kebebasan berpendapat dan tidak anti-kritik. Namun, ia mengingatkan adanya aturan main dalam unjuk rasa, terutama larangan melakukan aksi di objek vital dan institusi militer sesuai UU Nomor 9 Tahun 1998.
Kronologi di Depan Makodim 0905/Balikpapan
Dandim 0905/Balikpapan, Kolonel Inf Denny Salurerung, menjelaskan bahwa ketegangan sempat muncul ketika massa aksi bergerak mendekati area Makodim, yang merupakan zona terlarang untuk demonstrasi.
“Saat rombongan sampai di depan Kodim, kami cukup terdadak. Kami langsung bergerak untuk menghambat dan memberikan penjelasan bahwa lokasi tersebut tidak diperbolehkan sesuai aturan,” jelas Denny.
Meski sempat terjadi aksi tarik-menarik karena sebagian massa bersikeras mendekat, Denny memastikan tidak ada kekerasan maupun intimidasi fisik. Komunikasi persuasif terus dilakukan hingga mahasiswa bersedia memindahkan titik aksi ke kawasan Jalan Jenderal Sudirman.
Berakhir Humanis dan Penuh Keakraban
Setelah aksi berakhir tertib, aparat bahkan turut mengantar mahasiswa kembali ke titik kumpul awal sebagai bentuk pelayanan.
“Kami menanyakan apakah ada yang sakit atau merasa teraniaya, dan mereka menyampaikan tidak ada. Suasana setelah kegiatan penuh keakraban,” ungkap Denny.
Pihak TNI mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyerap informasi di media sosial dan tidak mudah terpengaruh oleh potongan video yang tidak utuh guna menghindari fitnah.
Poin Utama Klarifikasi TNI:
- Bukan Intimidasi: Suasana diakhiri dengan bersalaman dan suasana cair.
- Aturan Lokasi: Institusi militer dilarang untuk titik aksi sesuai UU 9/1998.
- Pendekatan Persuasif: Aparat mengedepankan sisi humanis untuk menghindari pihak ketiga yang memanfaatkan situasi.
- Himbauan Medsos: Masyarakat diminta melihat video secara utuh, bukan potongan. ***
BACA JUGA
