Tokoh Masyarakat Balikpapan Barat Didorong Ambil Peran Strategis dalam Demokrasi Daerah
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Sejumlah tokoh masyarakat Balikpapan Barat mendapat pesan penting untuk terlibat aktif dalam menjaga kualitas demokrasi daerah. Pesan itu mengemuka dalam sosialisasi pendidikan politik bertema “Peran Strategis Tokoh Masyarakat dalam Peningkatan Kualitas Demokrasi Daerah” yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Balikpapan Barat, Kamis (07/08/2025).
Acara yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Balikpapan tersebut menghadirkan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan serta perwakilan dari Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan. Kehadiran para narasumber menegaskan pentingnya pendidikan politik yang merata, tidak hanya di kalangan partai politik atau elit pemerintahan, tetapi juga di tingkat masyarakat akar rumput.
Tokoh Masyarakat sebagai Pilar Demokrasi
Kepala Badan Kesbangpol Kota Balikpapan, Sutadi, menekankan bahwa demokrasi akan tumbuh sehat apabila tokoh masyarakat mengambil peran strategis, terutama dalam mendorong partisipasi publik pada setiap tahapan pemilu. Ia menilai partisipasi masyarakat tidak cukup hanya hadir di bilik suara, tetapi harus aktif mengawal jalannya demokrasi secara keseluruhan.
“Tokoh masyarakat harus menjadi teladan, penyampai informasi yang benar, sekaligus penyejuk ketika muncul perbedaan pandangan politik. Dari tangan mereka, masyarakat bisa belajar berdemokrasi secara cerdas dan partisipatif,” ujarnya.
Sutadi menambahkan bahwa peran tokoh masyarakat tidak berhenti pada saat pemilu saja. Mereka juga berperan dalam menjaga ruang publik tetap kondusif setelah pesta demokrasi usai. Kualitas demokrasi akan meningkat jika warga memahami proses, mengawasi jalannya pemilu, dan berani menyampaikan kritik yang konstruktif.
“Kami ingin tokoh masyarakat ikut mengawal demokrasi sepanjang waktu, bukan hanya lima tahun sekali. Karena tokoh masyarakat berada paling dekat dengan rakyat dan berinteraksi langsung dengan warga sekitar,” lanjut Sutadi.
Jembatan Pengetahuan Politik bagi Masyarakat
Menurut Sutadi, tokoh masyarakat juga berfungsi sebagai jembatan pengetahuan politik. Mereka dapat mengedukasi warga agar tidak mudah terprovokasi isu yang menyesatkan. Dengan bekal wawasan kebangsaan, tokoh masyarakat mampu menjaga persatuan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.
“Kami ingin masyarakat lebih paham bahwa demokrasi bukan hanya soal pemilu. Demokrasi adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga nilai kebangsaan dan kebersamaan. Cara pandang ini yang harus tersosialisasi ke masyarakat luas,” tegasnya.
Harapan untuk Demokrasi yang Berkualitas
Sutadi berharap kegiatan semacam ini dapat membangun demokrasi yang partisipatif, cerdas, dan berkualitas. Balikpapan membutuhkan tokoh masyarakat yang mampu menggerakkan partisipasi warganya, tidak hanya saat pemilu, tetapi setiap hari dalam konteks kebersamaan sesama warga negara.
“Dengan tokoh masyarakat yang aktif dan berwawasan, kami yakin demokrasi di Balikpapan akan lebih sehat dan berkelanjutan. Ini adalah tanggung jawab bersama untuk menciptakan masyarakat yang cerdas, kritis, namun tetap menjaga persatuan dan kerukunan,” pungkas Sutadi.***
BACA JUGA
