TPST Graha Indah Rampung, Operasional Masih Tertunda karena Peralatan Belum Lengkap
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Harapan warga Kelurahan Graha Indah untuk memiliki sistem pengelolaan sampah modern masih harus bersabar. Meski pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) telah rampung, fasilitas tersebut belum dapat dioperasikan lantaran peralatan utama yang dibutuhkan belum tersedia.
Hingga kini, pengelolaan sampah di kawasan tersebut masih bergantung pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Kondisi ini turut berkontribusi pada meningkatnya volume sampah harian yang harus ditangani pemerintah kota.
Lurah Graha Indah, Muhammad Arif Rachman, menjelaskan bahwa secara fisik bangunan TPST telah siap digunakan. Namun, tanpa dukungan peralatan yang memadai, operasional belum bisa dimulai.
“Bangunannya sudah selesai, tetapi belum bisa difungsikan karena peralatan belum lengkap. Pengadaannya ditargetkan rampung pada pertengahan tahun ini,” ujar Arif, Kamis (26/3/2026).
Ia menambahkan, keterlambatan pengadaan alat tidak terlepas dari proses penyesuaian anggaran. Meski demikian, proyek TPST Graha Indah tetap menjadi prioritas pemerintah, mengingat urgensi persoalan sampah di wilayah Balikpapan Utara yang terus meningkat.
Dorong Pemilahan Sampah
Keberadaan TPST ini nantinya diharapkan mampu mengurangi beban TPA hingga sekitar 10 persen. Selain itu, sistem pengelolaan yang diterapkan akan mendorong pemilahan sampah sejak dari sumber, baik organik maupun anorganik.
Menurut Arif, pengelolaan yang baik tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. “Sampah anorganik memiliki nilai ekonomis jika dikelola dengan benar. Ini bisa menjadi manfaat tambahan bagi warga,” katanya.
Sambil menunggu kelengkapan fasilitas, pihak kelurahan mulai mempersiapkan sumber daya manusia. Kelompok masyarakat (Pokmas) telah dibentuk untuk nantinya mengelola TPST.
Mereka akan mendapatkan pelatihan dari Dinas Lingkungan Hidup agar siap menjalankan operasional ketika fasilitas mulai difungsikan.
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang mandiri dan berkelanjutan. Pemerintah berharap, kehadiran TPST tidak hanya menjadi solusi teknis, tetapi juga mendorong perubahan perilaku warga.
Apabila TPST telah beroperasi, kebiasaan membuang sampah sembarangan di Tempat Penampungan Sementara (TPS) diharapkan dapat ditekan. Lingkungan yang lebih bersih, tertata, dan produktif pun menjadi target jangka panjang dari pembangunan fasilitas ini.
Dengan demikian, TPST Graha Indah tidak sekadar berdiri sebagai bangunan fisik, tetapi diharapkan benar-benar menjadi solusi konkret dalam menjawab persoalan sampah di Kota Balikpapan.***
BACA JUGA
