Tragis! Persiba Balikpapan Takluk dari 10 Pemain Persela: Debut Manis Bima Sakti di Tengah Krisis Gaji Tim Selicin Minyak
BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Nasib tragis kembali menimpa Persiba Balikpapan dalam lanjutan Championship 2025/2026. Meski unggul jumlah pemain sejak babak pertama, tim berjuluk “Selicin Minyak” ini justru harus menyerah 1-0 dari tuan rumah Persela Lamongan di Stadion Surajaya, Minggu (4/1/2026) malam.
Kekalahan kedelapan musim ini semakin memperpanjang penderitaan Persiba yang kini tengah dihantam isu penunggakan gaji pemain selama tiga bulan terakhir akibat krisis finansial.
Petaka Muhammad Hambali di Awal Babak Kedua
Persela Lamongan sebenarnya bermain dengan 10 orang sejak menit ke-32 setelah Yoga Wahyu Pratama diganjar kartu merah oleh wasit. Namun, keunggulan jumlah pemain gagal dimanfaatkan oleh anak asuh Muhammad Nasuha.
Alih-alih mencetak gol, gawang Persiba yang dikawal Pancar Nur Widiastono justru jebol pada menit ke-48. Gelandang Persela, Muhammad Hambali, sukses menyarangkan bola ke gawang Beruang Madu saat babak kedua baru berjalan tiga menit. Skor 1-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Debut Manis Bima Sakti
Laga ini menjadi panggung kemenangan perdana bagi pelatih anyar Persela, Bima Sakti. Legenda sepak bola Indonesia tersebut berhasil memberikan dampak instan bagi Laskar Joko Tingkir meski dalam kondisi kekurangan pemain.
Sebaliknya, bagi Persiba Balikpapan, hasil ini adalah potret rapuhnya mentalitas tim yang sedang terluka. Isu gaji yang belum terbayar diduga menjadi faktor utama merosotnya motivasi pemain di lapangan.
Statistik Mengkhawatirkan Persiba:
- Peringkat: Terpaku di posisi ke-7 klasemen Grup 2.
- Poin: Hanya mengoleksi 11 poin dari 14 pertandingan.
- Tren: Menelan 8 kekalahan musim ini dan semakin dekat dengan zona degradasi.
Persiba Terancam Degradasi
Kemenangan ini membawa angin segar bagi Persela Lamongan yang kini mengoleksi 24 poin. Hasil ini menghidupkan kembali asa mereka untuk bersaing di papan atas klasemen Grup 2 demi tiket promosi ke Super League.
Sementara itu, posisi Muhammad Nasuha di kursi kepelatihan Persiba kini berada di ujung tanduk. Tanpa dukungan finansial yang jelas dari manajemen dan performa yang terus merosot, masa depan klub kebanggaan masyarakat Balikpapan ini berada dalam bayang-bayang kelam di awal tahun 2026.
BACA JUGA
