Tren Penyakit Bergeser, Hipertensi dan Diabetes Kini Dominasi Kasus di Balikpapan
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Dinas kesehatan Kota (DKK) Balikpapan mencatat adanya perubahan pola penyakit masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Jika sebelumnya infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) menjadi kasus terbanyak, kini tren tersebut mulai bergeser ke penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Dra. Alwiati, menjelaskan bahwa ISPA masih ditemukan, terutama pada kelompok masyarakat yang sensitif terhadap suhu dingin. Menurutnya, konsumsi minuman es pada individu dengan alergi dingin dapat memicu reaksi tubuh sehingga keluhan pernapasan lebih mudah muncul.
“Kasus ISPA memang masih ada dan sempat mendominasi. Namun belakangan terlihat tren mulai berubah. Penyakit seperti hipertensi dan diabetes justru meningkat dan masuk kategori tertinggi,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).
Ia menuturkan, perubahan pola penyakit ini berkaitan erat dengan gaya hidup masyarakat. Pola makan tinggi gula, garam, dan lemak, serta kebiasaan makan berlebihan setelah berpuasa, dinilai menjadi salah satu faktor pemicu. Kondisi tersebut dapat memperburuk kadar gula darah, khususnya bagi penderita diabetes yang tidak menjaga asupan sesuai anjuran dokter.
Selain itu, kurangnya aktivitas fisik dan meningkatnya konsumsi makanan instan juga berkontribusi terhadap naiknya angka penyakit kronis. Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk lebih disiplin menjaga pola hidup sehat, termasuk mengatur porsi makan, memperbanyak konsumsi sayur dan buah, serta rutin memeriksa kesehatan.
Fasilitas Kesehatan
Pemerintah kota melalui dinas kesehatan terus melakukan edukasi dan sosialisasi terkait pencegahan penyakit tidak menular. Upaya tersebut meliputi kampanye pola makan sehat, pemeriksaan tekanan darah gratis di fasilitas kesehatan, serta penyuluhan mengenai pengendalian gula darah.
Menurutnya, kesadaran masyarakat menjadi kunci utama menekan angka kasus. Tanpa perubahan perilaku, tren peningkatan penyakit kronis dikhawatirkan akan terus berlanjut dan membebani sistem layanan kesehatan.
Ia menegaskan bahwa menjaga kesehatan sebaiknya dimulai dari langkah sederhana, seperti menghindari konsumsi gula berlebih, membatasi minuman dingin bagi yang sensitif, serta mengikuti rekomendasi medis bagi penderita penyakit tertentu.
“Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan. Kalau masyarakat disiplin menjaga pola hidup sehat, angka penyakit bisa ditekan,” katanya.***
BACA JUGA
