Upacara Pembukaan “Tantingan” Capas Balikpapan 2025: Awal Perjalanan Menuju Nasionalisme dan Disiplin
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Suasana penuh semangat mewarnai halaman BDI Townhouse Balikpapan pada Selasa (05/08/2025). Upacara pembukaan “Tantingan” Calon Paskibraka (Capas) Kota Balikpapan Tahun 2025 resmi digelar. Seremoni ini menandai dimulainya rangkaian seleksi dan pembinaan bagi puluhan siswa terpilih yang akan menjalani proses pembentukan fisik, karakter, serta jiwa nasionalisme.
Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi para calon Paskibraka untuk menempuh proses yang tidak hanya menguji kemampuan fisik, tetapi juga membentuk kedisiplinan, tanggung jawab, serta jiwa kepemimpinan. Dengan penuh khidmat, para peserta mengikuti jalannya upacara sebagai bukti kesiapan mereka menghadapi tantangan yang telah menanti.
Tantingan: Lebih dari Sekadar Seleksi
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Balikpapan, Sutadi, menjelaskan bahwa Tantingan bukan sekadar tahap seleksi. Melainkan momentum penting untuk melahirkan generasi muda yang berkarakter, disiplin, dan memiliki rasa cinta tanah air.
“Jadi mereka bukan hanya disiapkan untuk mengibarkan bendera, tetapi juga untuk menjadi teladan bangsa. Selama pembinaan, mereka akan mendapatkan materi pembentukan karakter, yang penting bagi kelanjutan hidup mereka,” ujar Sutadi.
Pembentukan Karakter dan Jiwa Nasionalisme
Menurut Sutadi, proses Tantingan akan membekali para peserta dengan pengalaman berharga. Paskibraka adalah simbol nasionalisme. Karenanya, peserta harus kuat secara mental, matang dalam sikap, dan rendah hati dalam pergaulan. Nilai-nilai ini akan mereka bawa, baik di lapangan maupun dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami ingatkan semua harus siap menjalani Tantingan ini dengan semangat. Ini bukan hanya soal baris-berbaris, tapi tentang membentuk diri agar lebih disiplin dan mencintai Indonesia. Kalian adalah generasi penerus bangsa,” ungkap Sutadi.
Paskibraka sebagai Aset Daerah
Sutadi menilai Paskibraka merupakan aset penting daerah. Ia berharap setiap peserta yang mengikuti proses ini dapat menjadi generasi penerus yang siap memimpin di masa depan. Paskibraka bukan sekadar simbol upacara kemerdekaan; para pesertanya harus mampu membawa nilai persatuan dan nasionalisme ke lingkungan masing-masing.
Upacara pembukaan berlangsung khidmat dengan nuansa kebersamaan yang kental. Para peserta berdiri tegap, menyanyikan lagu kebangsaan, dan menerima arahan sebagai tanda dimulainya perjalanan panjang mereka. Sutadi menutup acara dengan doa dan motivasi bagi seluruh calon Paskibraka.
“Kami doakan kalian tetap semangat, solid, dan siap menjadi kebanggaan Kota Balikpapan. Tantingan ini bukan akhir, melainkan awal perjuangan mereka sebagai generasi emas bangsa,” tambahnya.***
BACA JUGA
