Usulan Warga Dikaji Berdasarkan Skala Prioritas, Perlindungan Anak Jadi Perhatian di Balikpapan

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menegaskan bahwa setiap usulan pembangunan yang disampaikan masyarakat akan melalui proses kajian sebelum ditetapkan sebagai program prioritas pemerintah daerah. 

Hal tersebut dilakukan untuk memastikan kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta kemampuan anggaran daerah.

Menurut Rahmad, usulan yang disampaikan melalui berbagai forum perencanaan pembangunan merupakan bagian penting dalam proses penyusunan program pemerintah. Namun demikian, seluruh usulan tetap perlu dikaji secara matang agar dapat ditentukan mana yang menjadi prioritas utama.

“Namanya juga usulan, tentu akan kita kaji kembali. Dari situ kita tentukan mana yang benar-benar prioritas untuk dilaksanakan sesuai kemampuan anggaran,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).

Ia menjelaskan bahwa pendekatan berbasis skala prioritas menjadi hal yang penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan di Kota Balikpapan yang terus berkembang. Dengan berbagai kebutuhan pembangunan yang muncul, pemerintah harus mampu menentukan program yang paling mendesak untuk direalisasikan.

“Tidak semua kebutuhan bisa kita penuhi sekaligus. Karena itu harus ada skala prioritas agar pembangunan tetap berjalan efektif dan terarah,” katanya.

Selain membahas soal pembangunan, Rahmad juga menyinggung kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN). Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Balikpapan mengikuti arahan dari pemerintah pusat, khususnya Kementerian Dalam Negeri, dalam penerapan kebijakan tersebut.

Penerapan WFH

Namun demikian, ia memastikan bahwa penerapan WFH tidak boleh mengganggu pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, tugas utama pemerintah tetap memberikan pelayanan yang optimal kepada warga.

“WFH bukan berarti membatasi tugas. Jika memang diperlukan untuk hadir, maka harus hadir. Pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi yang utama,” tegasnya.

Di sisi lain, Wali Kota juga menyoroti pentingnya perlindungan anak di tengah masyarakat. Hal ini menjadi perhatian pemerintah kota setelah adanya laporan terkait percobaan penculikan anak di wilayah Balikpapan.

Rahmad menegaskan bahwa upaya pencegahan tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, khususnya orang tua.

“Pemerintah sudah menyiapkan berbagai fasilitas, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga ruang bermain anak. Tapi yang paling dekat dengan anak adalah orang tua. Pendidikan utama itu justru dari rumah,” jelasnya.

Ia mengimbau para orang tua untuk lebih aktif dalam mengawasi serta mendampingi anak-anak, termasuk dalam penggunaan teknologi digital yang kini semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Ujung Tombak Pelayanan

Selain itu, Rahmad juga menekankan pentingnya peran Rukun Tetangga (RT) sebagai ujung tombak pelayanan di tingkat masyarakat. Menurutnya, RT memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah menyampaikan informasi serta menjaga ketertiban lingkungan.

Sebagai bentuk dukungan, pemerintah kota telah memberikan bantuan dana operasional kepada RT yang jumlahnya terus meningkat setiap tahunnya.

“Kami sudah memfasilitasi RT, mulai dari Rp500 ribu hingga Rp17,5 juta. Memang tidak besar, tapi itu bentuk kepedulian pemerintah,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pemerintah juga akan melakukan evaluasi terhadap kinerja RT apabila tugas dan tanggung jawabnya tidak dijalankan dengan baik.

Melalui berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kota Balikpapan berharap sinergi antara pemerintah dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik demi menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh warga.(***/Adv Diskominfo Balikpapan).

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses