Volume Sampah Meningkat, Wali Kota Balikpapan Ingatkan Partisipasi Aktif Warga Sejak dari Rumah
BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Volume sampah yang terus meningkat menjadi tantangan serius kota Balikpapan. Untuk menekan beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Pemerintah Kota Balikpapan memperkuat pengelolaan sampah melalui optimalisasi Material Recovery Facility (MRF) Gunung Bahagia, dengan mendorong partisipasi aktif masyarakat sejak dari rumah.
Pemerintah Kota Balikpapan menegaskan bahwa persoalan sampah tidak bisa diselesaikan hanya dengan menambah armada pengangkut atau memperluas TPA. Pengelolaan harus dimulai dari sumbernya: rumah tangga.
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menilai keterlibatan warga menjadi kunci agar sistem pengelolaan sampah kota bisa berjalan berkelanjutan.
“Kalau sampah bisa diselesaikan dari rumah, dipilah, dan dikelola sejak awal, beban kota akan jauh berkurang. MRF seperti di Gunung Bahagia ini menjadi simpul penting, karena menghubungkan peran warga dengan sistem pengelolaan kota,” ujar Wali Kota saat meninjau aktivitas MRF, Sabtu (7/2/2026).
MRF Gunung Bahagia selama ini menjadi contoh pengelolaan sampah dari hulu ke hilir di tingkat kelurahan. Sampah organik diolah menjadi kompos yang kemudian dimanfaatkan kembali untuk tanaman sayur, buah, dan bunga.
Sementara itu, sampah anorganik dipilah untuk didaur ulang. Pola ini membantu menekan volume sampah yang harus dibuang ke TPA, sekaligus memberi nilai tambah dari sampah yang sebelumnya dianggap tidak berguna.
Menurut Rahmad, model pengelolaan sampah di Gunung Bahagia sejalan dengan program Clean, Green, and Healthy (CGH) yang menempatkan lingkungan bersih dan sehat sebagai fondasi kualitas hidup warga.
“Yang kita bangun bukan sekadar fasilitas, tapi budaya. Budaya memilah sampah, budaya bertanggung jawab terhadap lingkungan, dan budaya saling peduli,” katanya.
Ia menekankan, perubahan perilaku warga jauh lebih penting daripada sekadar pembangunan fasilitas fisik. Selain berfungsi sebagai lokasi pengolahan, MRF diharapkan menjadi pusat edukasi lingkungan bagi masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah, RT, kelurahan, dan komunitas lingkungan dinilai penting agar semangat pengelolaan sampah bisa menyebar ke wilayah lain.
“Kita ingin setiap kelurahan punya semangat yang sama. Kalau Gunung Bahagia bisa, kelurahan lain juga pasti bisa, asal dikerjakan bersama,” tambahnya.***
BACA JUGA
