Wagub Kaltim Gandeng Ormas Kawal Pembangunan: Targetkan 159 Ribu Mahasiswa Penerima ‘Gratispol’
SAMARINDA, Inibalikpapan.com – Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menegaskan bahwa organisasi masyarakat (ormas) merupakan mitra strategis dalam mengakselerasi pembangunan daerah.
Hal ini disampaikan Seno Aji saat menerima audiensi jajaran pengurus Laskar Banjar Borneo (LBB) Kota Samarinda di Ruang Rapat Wakil Gubernur, Kamis (9/4/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Wagub didampingi Sekretaris Kesbangpol Kaltim, Ahmad Firdaus Kurniawan, menekankan pentingnya sinergi untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah dan akar rumput.
Edukasi Program ‘Gratispol’ di Bidang Pendidikan
Salah satu poin krusial yang dibahas adalah sosialisasi program unggulan Gratispol. Program bantuan pendidikan ini telah dirasakan manfaatnya oleh lebih dari 50 ribu mahasiswa di Kaltim.
Seno Aji memasang target ambisius agar manfaat program ini meluas secara masif hingga akhir tahun ini. “Pada akhir 2026, kami menargetkan program Gratispol dapat menjangkau hingga 159 ribu penerima. Kami berharap ormas seperti LBB ikut memberikan edukasi kepada masyarakat agar pemanfaatannya semakin optimal,” jelas Seno.
Kaltim sebagai Miniatur Indonesia yang Harmonis
Lebih jauh, Wagub mengingatkan bahwa Kalimantan Timur adalah daerah dengan keberagaman suku dan budaya yang sangat tinggi. Ia menyebut Kaltim sebagai “Miniatur Indonesia” yang menuntut harmoni sosial sebagai fondasi pembangunan.
“Sinergi antarormas dan antaretnis adalah kunci utama menciptakan stabilitas. Kondusivitas daerah harus terus dijaga bersama agar pembangunan berjalan lancar,” tegasnya.
Seno Aji mengajak seluruh elemen masyarakat sipil untuk mengedepankan kepentingan daerah di atas kepentingan kelompok demi mewujudkan Kaltim yang maju dan inklusif.
Komitmen Kolaborasi Pemerintah-Masyarakat Sipil
Ketua LBB Samarinda, Heri Sahrijal, menyambut baik arahan tersebut dan berkomitmen untuk mendukung program-program pemerintah yang berpihak pada rakyat. Audiensi ini diharapkan mempererat hubungan antara pemerintah provinsi dan ormas, sehingga kebijakan pembangunan dapat tepat sasaran.
Dengan komunikasi yang kuat, Pemprov Kaltim optimistis percepatan pembangunan dan peningkatan daya saing daerah dapat segera terwujud. / Pemprov
BACA JUGA
