Wali Kota Bahas Inflasi, PAD hingga Peran Pertamina dalam Perekonomian Balikpapan

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menyoroti perkembangan perekonomian daerah, mulai dari isu inflasi dan deflasi hingga upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), dalam sebuah forum resmi bersama pemangku kepentingan.

Dalam paparannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, DPRD, serta jajaran Badan Pusat Statistik (BPS) yang terus mendukung penyediaan data akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan.

Menurutnya, pengendalian inflasi menjadi perhatian serius karena berpengaruh langsung terhadap daya beli masyarakat.

“Kita terus memantau perkembangan inflasi dan deflasi. Data statistik menjadi rujukan utama agar kebijakan yang diambil tepat sasaran,” ujarnya, Kamis (19/2/2026).

Selain isu ekonomi makro, Wali Kota juga menyinggung komitmen Pemkot terhadap perlindungan anak melalui Forum Anak. Ia menyebut, Balikpapan menjadi salah satu daerah yang konsisten memberikan ruang partisipasi bagi anak dalam proses pembangunan. Hal itu dinilai sebagai bentuk kepedulian terhadap generasi masa depan kota.

Di sektor industri, Wali Kota menyinggung pentingnya dukungan perusahaan besar seperti Pertamina terhadap program pembangunan daerah. Ia menilai, sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku industri sangat penting, mengingat Balikpapan dikenal sebagai kota industri migas dengan keberadaan kilang minyak.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa Balikpapan bukanlah daerah penghasil minyak. “Banyak yang mengira Balikpapan kaya minyak. Perlu diluruskan, kita tidak memiliki sumber minyak. Yang ada di sini adalah pengelolaan kilang. Sumber minyak itu berada di daerah lain,” tegasnya.

Data Jumlah Penduduk

Terkait distribusi BBM bersubsidi, Wali Kota menjelaskan bahwa kuota ditetapkan pemerintah pusat berdasarkan data jumlah penduduk. Jika terjadi kelangkaan, menurutnya, perlu ditelusuri kemungkinan adanya penyalahgunaan distribusi, yang menjadi kewenangan aparat penegak hukum.

Dalam hal keuangan daerah, Wali Kota memaparkan tren peningkatan PAD yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2016, PAD Balikpapan berada di kisaran Rp500 miliar. Angka itu meningkat menjadi Rp800 miliar, lalu menembus Rp1 triliun, dan kini mencapai sekitar Rp1,3 triliun.

“Balikpapan bukan kota yang kaya sumber daya alam, tetapi kita punya kekuatan di sektor jasa, perdagangan, dan pergerakan ekonomi. Itu yang terus kita optimalkan,” katanya.

Ke depan, Pemkot menargetkan peningkatan PAD yang lebih besar melalui optimalisasi potensi ekonomi daerah, tanpa membebani masyarakat. Wali Kota optimistis, dengan kolaborasi antara pemerintah, DPRD, dunia usaha, dan masyarakat, pertumbuhan ekonomi Balikpapan dapat terus terjaga secara berkelanjutan.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses