Wali Kota Balikpapan Kawal Usulan Pembangunan Pasar Inpres Rp180 Miliar
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Balikpapan telah mengajukan usulan pembangunan Pasar Inpres kepada pemerintah pusat dengan estimasi anggaran sekitar Rp180 miliar.
Usulan tersebut kini menunggu tindak lanjut dari Kementerian Perdagangan sebelum direkomendasikan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Menurut Wali Kota, konsep pembangunan pasar tersebut telah diserahkan dan diharapkan dapat segera diproses. “Kami sudah menyampaikan ide dan konsepnya. Nanti Menteri Perdagangan akan memberikan rekomendasi ke Kementerian PUPR. Kami tentu akan terus mengawal agar pembangunan ini bisa terealisasi,” ujarnya, Rabu malam (4/3/2026).
Rencananya, Pasar Inpres akan dibangun di atas lahan milik Pemerintah Kota seluas kurang lebih 1,7 hektare di wilayah Balikpapan Barat. Keberadaan pasar modern tersebut diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya bagi para pedagang yang selama ini menggantungkan penghidupan di kawasan tersebut.
Data sementara mencatat terdapat sekitar 599 pedagang yang akan menempati pasar tersebut. Jika rata-rata omzet pedagang mencapai Rp17 juta per bulan, maka potensi perputaran uang bisa mendekati Rp10 miliar setiap bulan. Dalam setahun, nilai transaksi diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah, angka yang dinilai cukup signifikan dalam mendukung perekonomian lokal.
“Kalau pasar ini terbangun dengan baik, tentu akan membantu perekonomian masyarakat, terutama di Balikpapan Barat. Potensinya besar,” kata Wali Kota.
Selain membahas pembangunan pasar, Wali Kota juga menyinggung perkembangan situasi perjalanan ibadah umrah di tengah dinamika global yang masih belum sepenuhnya kondusif. Ia meminta masyarakat, khususnya calon jamaah, untuk tetap tenang dan menunggu arahan resmi dari pemerintah.
“Kita melihat situasi di media memang belum sepenuhnya mereda. Ini domain pemerintah pusat. Ada penyelenggara travel haji dan umrah, juga maskapai, yang tentu akan mengikuti ketentuan dari pemerintah. Kita tunggu satu hingga dua hari ke depan,” ujarnya.
Ia menambahkan, informasi sementara menyebutkan sejumlah jamaah dengan jadwal keberangkatan tertentu kemungkinan akan dipulangkan menyesuaikan kebijakan terbaru. Namun keputusan resmi masih menunggu hasil rapat kementerian terkait.
Wali Kota mengimbau para jamaah untuk terus berdoa dan bersabar sembari menanti kepastian. “Mudah-mudahan semuanya diberi kemudahan dan kelancaran. Kita berharap yang terbaik,” tutupnya.(***/Adv Diskominfo Balikpapan).
BACA JUGA
