Wali Kota Balikpapan Paparkan Program Lingkungan Sehat dan Penanganan Kawasan Kumuh
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Pemerintah Kota Balikpapan terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan lingkungan hidup dan sosial yang sehat, nyaman, dan layak huni bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, saat memaparkan sejumlah program strategis yang menyentuh langsung kebutuhan warga, mulai dari penanganan kawasan kumuh, perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), hingga pengelolaan persampahan.
Rahmad Mas’ud menjelaskan, penanganan kawasan kumuh menjadi salah satu prioritas Pemkot Balikpapan sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Program tersebut tidak hanya berfokus pada perbaikan infrastruktur, tetapi juga penataan lingkungan permukiman agar lebih sehat dan aman.
“Penanganan kawasan kumuh ini kita lakukan secara bertahap dan terintegrasi, mulai dari perbaikan akses jalan lingkungan, drainase, hingga sanitasi. Tujuannya agar masyarakat bisa tinggal di lingkungan yang lebih layak dan bermartabat,” ujar Rahmad Mas’ud baru-baru ini.
Selain itu, Pemkot Balikpapan juga mengalokasikan anggaran untuk program perbaikan rumah tidak layak huni. Dalam program ini, setiap penerima bantuan mendapatkan dukungan dana yang digunakan untuk perbaikan struktur rumah, atap, lantai, serta fasilitas dasar lainnya.
Program ini menyasar warga berpenghasilan rendah yang rumahnya dinilai tidak memenuhi standar kelayakan huni.
“Program RTLH ini adalah bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat. Kita ingin memastikan bahwa warga Balikpapan memiliki tempat tinggal yang aman, sehat, dan nyaman,” katanya.
Di sektor lingkungan, Rahmad Mas’ud menegaskan bahwa pengelolaan persampahan juga menjadi perhatian serius. Pemkot Balikpapan telah membangun dan mengembangkan sejumlah fasilitas, seperti Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di beberapa wilayah, termasuk Karang Joang dan Graha Indah, serta pembangunan Material Recovery Facility (MRF) di Gunung Bahagia.
“Pengelolaan sampah harus dilakukan dari hulu ke hilir. Dengan adanya TPST dan MRF, kita berharap volume sampah yang masuk ke TPA bisa berkurang, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah,” jelasnya.
Rahmad Mas’ud menambahkan, keberhasilan program lingkungan hidup dan sosial tidak lepas dari dukungan seluruh elemen masyarakat. Ia mengajak warga untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan pemerintah.
“Kota Balikpapan ini milik kita bersama. Kalau lingkungannya bersih, sehat, dan tertata, maka manfaatnya juga akan kembali ke masyarakat,” pungkasnya.***
BACA JUGA
