Wali Kota Balikpapan Tegaskan Tak Ada Toleransi Bagi ASN Terlibat Narkoba, Siap Pecat Pelakunya
BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Kasus aparatur sipil negara (ASN) terindikasi narkoba menjadi perhatian serius pemerintah kota. Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menegaskan tidak ada toleransi, bahkan siap menjatuhkan sanksi pemecatan bagi ASN yang terbukti terlibat.
Pernyataan tegas itu disampaikan menyusul juga dengan kegiatan tes urin berkala di kalangan ASN setempat, serta adanya abdi negara yang terseret dugaan peredaran barang haram tersebut.
“Semua harus berjalan sesuai aturan. Kalau memang harus dipecat, ya dipecat. Tidak ada toleransi,” tegas Rahmad.
Ia memastikan setiap kasus akan diproses sesuai ketentuan hukum dan kepegawaian. Jika terbukti sebagai pelanggaran berat, sanksi hingga pemberhentian sebagai ASN akan diberlakukan.
Sebelumnya, seorang ASN berinisial VR (43) oleh polisi di Balikpapan. VR diamankan saat hendak mengambil paket sabu seberat 52 gram di sebuah jasa ekspedisi di kawasan Balikpapan Selatan. Kasus ini langsung menyita perhatian publik karena melibatkan aparatur negara.
Menurut Wali Kota, kejadian tersebut menjadi pengingat keras bahwa ASN harus menjaga integritas, tidak hanya dalam pekerjaan, tetapi juga dalam kehidupan pribadi.
“Bukan cuma karier yang hancur, tapi masa depan keluarga juga ikut terdampak,” ujarnya.
Pemkot Balikpapan memastikan pengawasan akan terus diperketat melalui tes urin rutin dan pembinaan internal. Langkah ini dilakukan untuk menjaga lingkungan ASN tetap bersih, profesional, dan menjadi teladan bagi masyarakat.***
BACA JUGA
