Wali Kota: “Percuma Gedung Tinggi Jika Hutan Balikpapan Habis dan Udara Tak Sehat”
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Di tengah pesatnya pembangunan dan meningkatnya aktivitas ekonomi sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengingatkan agar pembangunan tidak mengorbankan kelestarian lingkungan.
“Percuma kita membangun gedung bercakar langit kalau hutan kita tergerus dan udara kita tidak lagi sehat,” tegasnya, Jumat (20/2/2026).
Menurutnya, Balikpapan masih memiliki kawasan hutan lindung yang menjadi penopang kualitas hidup warga, seperti Hutan Lindung Sungai Wain dan Hutan Pangrango. Kawasan ini disebutnya sebagai benteng terakhir yang harus dijaga bersama.
“Kita masih punya hutan lindung. Itu yang harus kita jaga. Jangan sampai pelan-pelan hilang karena kita lengah,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa penyusutan ruang hijau bisa terjadi secara perlahan jika pengawasan tidak konsisten. Bahkan taman kota dan lahan milik pemerintah berpotensi beralih fungsi jika tidak diamankan dengan serius.
“Aset daerah harus kita amankan. Jangan sampai dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” katanya.
Salah satu yang disoroti adalah lahan sekitar 70 hektare di kawasan Teritip yang telah direncanakan sebagai sirkuit. Ia menegaskan tidak boleh ada klaim atau pemanfaatan tanpa dasar hukum yang jelas.
“Kalau kita tidak tegas menjaga aset, nanti kita sendiri yang rugi di masa depan,” ujarnya lagi.
Di tengah pertumbuhan industri dan kehadiran IKN, ia menilai Balikpapan memiliki modal penting berupa kualitas udara yang masih relatif baik dibanding kota besar lainnya.
“Indeks kualitas udara kita masih sehat. Ini harus kita pertahankan, jangan sampai rusak karena kita lalai,” katanya.
Ia menekankan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama.
“Ini bukan hanya tugas wali kota atau OPD. Akademisi, pengusaha, aktivis, masyarakat, semua harus ikut mengawasi,” tegasnya.
Menurutnya, jika alih fungsi lahan dibiarkan, dampaknya akan kembali ke warga dalam bentuk banjir, suhu kota yang makin panas, hingga menurunnya kenyamanan hidup.
“Balikpapan harus maju, tapi tetap hijau. Pembangunan dan kelestarian harus berjalan beriringan,” pungkasnya.***
BACA JUGA
