Wamen ESDM Jamin Energi Lebaran 2026: Cadangan BBM Cukup 28 Hari, Listrik Surplus 48 Persen

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung (Foto : Kementerian ESDM)

BATANG, Inibalikpapan.com – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta masyarakat untuk tenang dan tidak melakukan panic buying menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, memastikan ketahanan energi nasional, baik BBM maupun listrik, dalam posisi sangat aman untuk melayani arus mudik.

Kepastian ini disampaikan Yuliot saat melakukan pengecekan kesiapan energi di Rest Area KM 379A Batang, Jawa Tengah, Rabu (18/3/2026).

Stok BBM Nasional Melampaui Batas Minimal

Berdasarkan data terbaru, cadangan BBM nasional saat ini berada di kisaran 27 hingga 28 hari. Angka ini jauh di atas standar minimal cadangan penyangga yang ditetapkan pemerintah.

“Untuk ketersediaan BBM, cadangan minimal justru sudah jauh terlewati. Masyarakat bisa dengan aman menikmati mudik Lebaran 2026 ini tanpa perlu khawatir kekurangan pasokan di jalur mudik,” tegas Yuliot, dikutip dari laman Kementerian ESDM.

Ia juga menekankan bahwa tidak ada pembatasan pembelian BBM, baik dari pemerintah pusat maupun daerah, selama periode libur panjang ini. Namun, ia mengimbau warga untuk tetap tertib dan bersabar jika terjadi antrean di SPBU.

Pasokan Listrik Surplus: Cadangan Capai 48 Persen

Selain BBM, sektor kelistrikan juga menunjukkan performa yang tangguh. Saat ini, daya mampu sistem kelistrikan nasional mencapai 52 Gigawatt (GW).

Sementara itu, beban puncak rata-rata hanya berada di angka 35 persen dari total kapasitas. Hal ini menyisakan cadangan daya atau risk margin sebesar 48 persen.

“Kita memiliki cadangan daya yang sangat longgar, sekitar 48 persen. Jadi, pasokan listrik untuk rumah tangga maupun fasilitas publik selama Lebaran dipastikan terkendali,” jelasnya.

Energi untuk Sabang hingga Merauke

Kementerian ESDM terus memantau distribusi energi secara real-time untuk memastikan tidak ada wilayah yang mengalami kekosongan stok, terutama di daerah terpencil dan jalur padat pemudik.

“Kami bekerja keras menjaga ketersediaan energi dari Sabang sampai Merauke. Fokus utama kami adalah kelancaran ibadah dan mobilitas masyarakat di hari raya,” pungkas Yuliot.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses