Wamenag Tegaskan Tak Ada Sweeping Selama Ramadan: “Hormati yang Puasa, Hargai yang Tidak”

Wakil Menteri Agama bersama Menteri Agama saat Jumpa Pers Sidang Isbat di Hotel Borobudur, Selasa (17/06/2026) / Kemenag
Wakil Menteri Agama bersama Menteri Agama saat Jumpa Pers Sidang Isbat di Hotel Borobudur, Selasa (17/06/2026) / Kemenag

JAKARTA, Inibalikpapan.com – Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI menyampaikan pesan penting mengenai harmoni kebangsaan menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Usai Sidang Isbat di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (17/2/2026), Wamenag mengimbau agar semangat saling menghormati dilakukan secara dua arah demi menjaga persatuan bangsa.

Menanggapi isu sweeping yang kerap menjadi kekhawatiran masyarakat, Wamenag menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak dibenarkan dan tidak ada rencana aksi semacam itu dari ormas mana pun.

Penghormatan Dua Arah

Wamenag menekankan bahwa kekhusyukan umat Islam dalam berpuasa harus didukung oleh sikap menghormati dari mereka yang tidak berpuasa. Namun, di sisi lain, umat Muslim yang berpuasa juga harus memiliki kelapangan dada terhadap sesama warga yang memiliki keyakinan berbeda.

“Tadi imbauan cukup jelas, agar umat Islam menunaikan ibadah puasa dengan khusyuk. Namun kita yang berpuasa ini harus menyadari juga, tidak semua orang berpuasa. Masih memungkinkan ada fasilitas yang bisa dinikmati oleh mereka yang tidak puasa,” tegasnya.

Ia menilai tidak adil jika seluruh masyarakat dipaksa mengikuti kondisi orang yang berpuasa. “Enggak mungkin gara-gara kita puasa, semuanya harus merasakan puasa. Ini harus dipertimbangkan dalam membangun kebersamaan,” tambahnya.

Tegaskan Tidak Ada Sweeping

Terkait potensi aksi sepihak atau sweeping terhadap tempat makan atau fasilitas publik, Wamenag menjamin situasi akan berjalan kondusif. Baginya, meniadakan aksi sweeping adalah bentuk penghormatan nyata terhadap keberagaman saudara sebangsa.

“Enggak ada, enggak ada sweeping-sweeping. Itulah bentuk penghormatan kita bahwa selain kita yang berpuasa, masih ada saudara kita yang tidak berpuasa,” katanya optimis.

Wewenang Keamanan dan Kondusivitas

Meskipun Kementerian Agama fokus pada pembangunan koridor kebersamaan dan spiritual, Wamenag menyerahkan urusan teknis keamanan kepada instansi yang berwenang seperti Kepolisian.

“Kalau wilayah keamanan, itu bukan wilayah Kementerian Agama. Ada institusi lain yang berwenang. Namun, kita melihat suasana hari ini semakin kondusif. Insyaallah seterusnya,” tutup Wamenag. / Kemenag

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses