Warga Balikpapan Diimbau Tunaikan Zakat Fitrah Sejak Awal Ramadan
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Masyarakat Kota Balikpapan diimbau untuk menunaikan zakat fitrah sejak awal Ramadan dan tidak menunggu hingga penghujung bulan suci.
Imbauan ini disampaikan guna memberi waktu yang cukup bagi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) maupun lembaga amil zakat dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang berhak menerima.
Para tokoh agama dan pengurus lembaga zakat di Balikpapan menekankan bahwa percepatan pembayaran zakat fitrah akan mempercepat pula proses distribusi kepada mustahik.
Dengan demikian, manfaat zakat dapat dirasakan lebih awal, terutama oleh warga kurang mampu yang membutuhkan dukungan selama menjalani ibadah puasa.
Selain zakat fitrah, besaran fidya juga telah ditetapkan. Untuk tahun ini, nilai fidya yang dapat dibayarkan dalam bentuk uang sebesar Rp30.000 per hari puasa yang ditinggalkan. Penetapan tersebut disesuaikan dengan standar kebutuhan konsumsi layak di daerah setempat, sehingga diharapkan tetap memenuhi ketentuan syariat sekaligus relevan dengan kondisi ekonomi masyarakat.
Di sisi lain, penetapan awal Ramadan oleh sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam juga menjadi perhatian. Salah satunya adalah Muhammadiyah yang telah lebih dulu menetapkan 1 Ramadan berdasarkan metode hisab. Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama biasanya menetapkan awal Ramadan melalui sidang isbat yang menggabungkan metode hisab dan rukyat.
Perbedaan dalam penentuan awal Ramadan dinilai sebagai bagian dari dinamika yang telah lama berlangsung di Indonesia. Para tokoh agama di Balikpapan mengajak masyarakat untuk saling menghormati perbedaan tersebut. Baik metode hisab maupun rukyat, keduanya memiliki dasar keilmuan dan landasan keagamaan yang diakui.
“Perbedaan adalah keniscayaan, tetapi persatuan adalah pilihan,” ujar salah satu pengurus lembaga zakat di Balikpapan.
Ia menegaskan bahwa yang terpenting adalah menjaga ukhuwah dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Perkuat Solidaritas Sosial
Momentum Ramadan, lanjutnya, semestinya menjadi ruang untuk memperkuat solidaritas sosial. Zakat dan fidya bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan wujud nyata cinta kepada sesama.
Di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian warga, kepedulian sosial menjadi jembatan yang menghubungkan mereka yang berkecukupan dengan yang membutuhkan.
Ramadan selalu datang membawa pesan kasih sayang. Ia mengajarkan bahwa cinta tidak berhenti pada kata, tetapi menjelma dalam tindakan.
Ketika zakat ditunaikan lebih awal, ketika fidya dibayarkan dengan penuh keikhlasan, di situlah cinta menemukan bentuknya yang paling sederhana: berbagi.
Di Kota Balikpapan, semangat itu diharapkan tumbuh bersama. Perbedaan cara menentukan awal puasa tak seharusnya merenggangkan persaudaraan.
Sebaliknya, ia menjadi pengingat bahwa dalam keberagaman, ada ruang luas untuk saling menghargai dan di sanalah cinta bermula.***
BACA JUGA
