Warga Balikpapan Diminta Tak Nyalakan Kembang Api di Malam Tahun Baru, Camat-Lurah Sudah Disurati

Ilustrasi pesta kembang api yang biasanya dilakukan di malam pergantian tahun. (Foto: Freepik)

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Menjelang malam pergantian Tahun Baru 2026, Pemerintah Kota Balikpapan mengimbau seluruh masyarakat agar tidak menyalakan atau menggunakan kembang api maupun petasan dalam bentuk apa pun. Imbauan ini ditujukan untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan lingkungan saat perayaan tahun baru.

Imbauan tersebut tertuang dalam surat Sekretariat Daerah Kota Balikpapan Nomor 300/3418/E/SETDA tertanggal 30 Desember 2025, yang ditujukan kepada seluruh camat dan lurah se-Kota Balikpapan. Surat itu menjadi dasar koordinasi hingga tingkat wilayah paling bawah.

Dalam surat tersebut dijelaskan, larangan menyalakan petasan dan kembang api diberlakukan guna menciptakan suasana kondusif saat malam pergantian tahun, sekaligus mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), kebakaran, serta kecelakaan yang dapat membahayakan keselamatan jiwa dan harta benda warga.

“Camat dan lurah melalui RT atau tokoh masyarakat menghimbau kepada seluruh masyarakat baik orang perorangan, organisasi atau kelompok masyarakat maupun badan usaha, agar tidak menyalakan atau menggunakan kembang api dan/atau petasan dalam bentuk apa pun pada malam perayaan Tahun Baru 2026 di semua tempat tanpa terkecuali,” demikian bunyi surat tersebut.

Selain menyampaikan imbauan kepada masyarakat, camat dan lurah juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah masing-masing agar kebijakan tersebut dapat dipatuhi bersama oleh seluruh elemen masyarakat.

“Camat dan lurah diminta untuk melakukan monitoring pengawasan dan pembinaan wilayah guna memastikan pelaksanaan tersebut,” tulis surat itu.

Surat imbauan ini ditandatangani oleh Asisten Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Balikpapan, Zulkifli. Ia berharap imbauan tersebut dapat warga pahami bersama demi menciptakan perayaan Tahun Baru yang aman, nyaman, serta minim risiko bagi seluruh warga kota.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses