Waspada! Bibit Siklon di Kawasan Ini Picu Hujan Lebat di Kaltim, Warga Diimbau untuk Siaga

Ilustrasi cuaca buruk. Foto: John Sorenson/Pexels

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com— Warga Kalimantan Timur diminta waspada terhadap hujan lebat disertai angin kencang dan kilat dalam beberapa hari ke depan. BMKG memantau bibit siklon tropis 94W di sekitar Filipina. Meskipun sistem ini tidak bergerak ke Kaltim, pengaruhnya terhadap pola cuaca regional dapat meningkatkan potensi hujan sedang hingga lebat.

“Posisi bibit siklon berada di sekitar Filipina sehingga Kalimantan Timur tidak terdampak secara langsung. Namun, tarikan sistem tekanan rendah ini memengaruhi pola angin dan mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah Kaltim,” jelas Carolina Meylita, Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi SAMS Sepinggan Balikpapan, Kamis (5/2/2026).

BMKG memperkirakan bibit siklon 94W berpeluang berkembang menjadi siklon tropis dalam satu hingga dua hari ke depan. Perlambatan angin di daratan Kaltim membuat uap air terakumulasi sehingga kondisi ini mendukung hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Adapun wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Berau, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Mahakam Ulu, Paser, serta kota-kota besar seperti Balikpapan, Samarinda, dan Bontang.

“Ketika angin melambat, uap air akan terakumulasi. Kondisi ini sangat mendukung terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat,” tambah Carolina.

Bibit siklon tropis umumnya memiliki masa hidup tiga hingga lima hari dan memperoleh suplai uap air yang besar di perairan terbuka. “Jika melintasi daratan Filipina, biasanya sistem mulai melemah. Namun dampak tidak langsungnya masih bisa dirasakan hingga wilayah Indonesia,” jelas Carolina.

Perubahan pola angin juga memengaruhi kondisi perairan Kaltim, dengan gelombang diperkirakan mencapai 1,25 meter di perairan dalam dan hingga dua meter di perairan lepas.

Kecepatan angin maksimum bibit siklon saat ini tercatat sekitar 30 knot, berpotensi meningkat hingga 50–60 knot di perairan terbuka, sementara angin di daratan Kaltim berkisar 13–15 knot atau sekitar 26–30 kilometer per jam.

Sementara itu, BMKG memastikan hingga saat ini potensi banjir rob masih rendah, meski hujan lebat dengan durasi panjang tetap berisiko menimbulkan genangan di kawasan rawan banjir.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses