Waspada Penipuan saat Ramadan Naik 35%, IOH Siapkan SatSpam Plus dan 5G di Balikpapan

Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) memperkenalkan solusi IM3 SATSPAM+ dan jaringan 5G di Balikpapan (24/2). Inovasi ini hadir untuk melindungi pengguna dari risiko penipuan digital yang meningkat selama bulan suci.
Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) memperkenalkan solusi IM3 SATSPAM+ dan jaringan 5G di Hotel Grand Jatra Balikpapan (24/2). Inovasi ini hadir untuk melindungi pengguna dari risiko penipuan digital yang meningkat selama bulan suci. Foto: IOH

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Ramadan mengubah pola hidup warga Balikpapan. Bangun lebih awal untuk sahur, tetap bekerja, lalu kembali aktif selepas berbuka hingga malam. Aktivitas ini membuat waktu online meningkat drastis — bahkan bisa mencapai 19 jam sehari.

Namun di balik tingginya konektivitas itu, risiko penipuan digital ikut melonjak.

Data Global Anti-Scam Alliance 2025 mencatat, periode dengan aktivitas online tinggi seperti Ramadan mengalami kenaikan risiko penipuan hingga 34–35 persen dibanding periode normal.

Modus yang paling sering terjadi justru lewat saluran yang akrab digunakan masyarakat: panggilan WhatsApp mendominasi hingga 89 persen pada kategori kasus tertentu, sekitar 60 persen lainnya masih mengandalkan telepon biasa, dan modus meningkat menjelang pencairan THR

Artinya, semakin lama masyarakat terhubung ke internet, semakin besar peluang pelaku kejahatan memanfaatkan kelengahan — terutama saat fokus terbagi antara pekerjaan, ibadah, dan keluarga.

IOH Perkuat SatSpam Plus, Lindungi Voice hingga WhatsApp Call

Melihat tren tersebut, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) memperkuat perlindungan digital melalui fitur SatSpam Plus.

Acting Officer Head of Circle Kalisumapa & SVP Head of Sales Prepaid & Distribution Circle Kalisumapa IOH, Yogo Pandego Bagus, mengatakan Ramadan memang menjadi periode rawan spam dan scam.

“Setiap Ramadan, pola spam dan scam cenderung melonjak. Karena itu, SatSpam Plus kami perkuat, bukan hanya melindungi voice dan SMS, tetapi juga WhatsApp Call,” ujarnya dalam media update IM3 SatSpam+ di Balikpapan, Selasa (24/2/2026).

Sistem ini didukung teknologi berbasis kecerdasan buatan yang mampu mendeteksi panggilan mencurigakan secara real time.

IOH juga mengklaim menjadi operator pertama yang menghadirkan perlindungan terintegrasi untuk panggilan WhatsApp.

Selain penguatan keamanan digital, IOH juga memperluas jaringan 5G di Balikpapan.

Langkah ini untuk mengantisipasi lonjakan trafik data selama Ramadan dan menjelang Lebaran, ketika komunikasi, transaksi digital, hingga streaming meningkat signifikan.

Balikpapan dinilai memiliki tingkat konektivitas tinggi karena menjadi pusat aktivitas pekerja, keluarga, hingga wisatawan — sekaligus gerbang menuju IKN.

“Bukan sekadar soal kecepatan internet, tapi bagaimana jaringan ini jadi solusi yang aman dan andal,” kata Yogo.

Kenapa Warga Perlu Lebih Waspada Saat Ramadan?

Selama Ramadan, ada beberapa pola penipuan yang kerap muncul dan perlu diwaspadai. Mulai dari modus berkedok hadiah atau promo Lebaran yang terdengar menggiurkan. Ada juga telepon yang mengatasnamakan bank atau lembaga resmi untuk meminta data pribadi.

Selain itu, pelaku sering meminta kode OTP menjelang pencairan THR serta melakukan panggilan WhatsApp dari nomor tidak dikenal.

  • Masyarakat diimbau untuk:
  • Tidak membagikan kode OTP kepada siapa pun
  • Tidak mudah percaya nomor tak dikenal
  • Selalu verifikasi sebelum transfer dana
  • Segera laporkan panggilan mencurigakan

Ramadan adalah momen memperkuat kebijaksanaan — termasuk dalam bermedia digital.

Dengan perlindungan yang lebih kuat dan literasi digital yang baik, warga Balikpapan dapat menjalani bulan suci dengan lebih tenang, aman, dan tetap produktif.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses