Waspada Penyakit Campak: Dinkes Kaltim Ingatkan Bahaya Penularan pada Bayi dan Balita

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kaltim, Fit Nawati (foto : Pemprov)
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kaltim, Fit Nawati (foto : Pemprov)

SAMARINDA, Inibalikpapan.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur mengeluarkan peringatan penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit campak di tengah momentum Lebaran 1447 Hijriah. Tingginya aktivitas silaturahmi dan mobilitas warga dinilai memperbesar risiko penularan virus ini.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kaltim, Fit Nawat, menegaskan bahwa menjaga kesehatan anak selama libur hari raya adalah tanggung jawab kolektif yang memerlukan kesadaran penuh dari orang tua.

Interaksi Tinggi, Risiko Bayi Tertular Meningkat

Menjelang puncak arus balik dan sisa libur Idulfitri, interaksi fisik antarwarga mencapai titik tertinggi. Fit Nawat mengimbau para orang tua yang memiliki bayi (terutama di bawah usia 9 bulan) dan balita untuk lebih selektif dalam membawa anak ke kerumunan.

“Mobilitas dan interaksi masyarakat meningkat drastis. Kami imbau orang tua untuk membatasi kontak anak dengan banyak orang guna mengurangi risiko penularan campak,” ujar Fit Nawat, Selasa (24/3/2026).

Ia menyoroti bahwa virus campak dapat ditularkan bahkan oleh orang dewasa yang tampak sehat namun membawa virus (carrier). Kondisi ini sangat berbahaya bagi bayi yang belum mendapatkan jadwal imunisasi lengkap.

Kenali Gejala dan Cegah Komplikasi Berat

Masyarakat diminta segera menghubungi tenaga kesehatan atau fasilitas layanan kesehatan (Fasyankes) terdekat jika menemukan gejala awal campak pada anak, seperti:

  • Demam tinggi, batuk, dan pilek.
  • Mata merah dan sensitif terhadap cahaya.
  • Munculnya ruam kemerahan pada kulit.

“Jika tidak ditangani cepat, campak bisa memicu komplikasi serius seperti sesak napas (pneumonia), diare berat, hingga kondisi fatal lainnya,” jelasnya.

Perkuat Imun Tubuh dengan PHBS

Selain imunisasi, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menjadi benteng utama. Dinkes Kaltim menekankan pentingnya:

  1. Cuci Tangan: Rutin menggunakan sabun setelah berinteraksi di tempat umum.
  2. Nutrisi Seimbang: Konsumsi buah dan sayur untuk menjaga daya tahan tubuh.
  3. Istirahat Cukup: Memastikan anak tidak kelelahan akibat perjalanan mudik atau balik.

“Daya tahan tubuh yang baik adalah kunci agar infeksi virus tidak berkembang menjadi parah,” tambahnya. Saat ini, pemerintah terus mengejar cakupan imunisasi nasional dan mengajak masyarakat untuk memastikan anak-anak mereka mendapatkan vaksinasi sesuai jadwal./ Pemprov

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses