Waspada Penyakit Ternak Saat Kemarau: DPKH Kaltim Ingatkan Risiko Heat Stress dan Percepat Vaksinasi PMK

Peternakan sapi
Peternakan sapi (foto : inibalikpapan)

SAMARINDA, Inibalikpapan.com – Menjelang musim kemarau, para peternak di Kalimantan Timur diminta waspada terhadap ancaman heat stress atau stres panas pada hewan ternak.

Paparan suhu tinggi yang ekstrem tidak hanya memicu dehidrasi, tetapi juga melumpuhkan daya tahan tubuh ternak, sehingga rentan terserang berbagai penyakit mematikan.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Kalimantan Timur mencatat bahwa kondisi cuaca panas dapat menjadi pintu masuk bagi penyakit seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Jembrana, hingga serangan parasit.

Stres Panas: Pemicu Penurunan Kondisi Tubuh

Fungsional Medik Veteriner DPKH Kaltim, Maulana Firmansyah, menjelaskan bahwa meski kondisi ternak di Kaltim saat ini relatif stabil, risiko penurunan kondisi tubuh akibat suhu tinggi tetap harus diantisipasi.

“Umumnya disebabkan oleh stres panas atau heat stress. Kendala utama pada ternak saat memasuki musim kemarau adalah suhu tinggi yang memicu penurunan kondisi tubuh,” ujar Maulana di Samarinda, baru-baru ini.

Ia menambahkan, saat ternak mengalami kepanasan, sistem imun akan melemah. Kondisi inilah yang memudahkan virus dan bakteri masuk, termasuk peningkatan kasus penyakit parasit seperti cacingan.

Perkuat Vaksinasi PMK dan Jembrana

Guna membentengi sektor peternakan di “Benua Etam”, DPKH Kaltim telah mengambil langkah-langkah strategis, di antaranya:

  • Intensifikasi Surveilans: Memperkuat pengawasan langsung di lapangan untuk mendeteksi dini gejala penyakit.
  • Percepatan Vaksinasi: Meningkatkan cakupan vaksinasi untuk penyakit prioritas seperti PMK, Jembrana, dan Lumpy Skin Disease (LSD).
  • Edukasi Peternak: Memberikan pemahaman kepada peternak mengenai manajemen kandang yang sejuk dan pola pemberian nutrisi tambahan saat cuaca ekstrem.

Tips bagi Peternak Hadapi Kemarau:

  1. Pastikan Ketersediaan Air: Ternak harus memiliki akses air minum yang cukup dan bersih untuk mencegah dehidrasi.
  2. Manajemen Pakan: Berikan hijauan yang segar atau suplemen tambahan untuk menjaga stamina.
  3. Sirkulasi Udara Kandang: Pastikan kandang memiliki ventilasi yang baik untuk mengurangi suhu panas di dalam ruangan.

Langkah-langkah antisipasi ini diharapkan dapat menekan angka kematian ternak dan menjaga stabilitas stok pangan asal hewan di Kalimantan Timur selama periode kemarau 2026. / Pemprov

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses