Yamaha Fazzio Samarinda Ajak Gen Z dan Non-Member Ikut Gabung Saat Ngabuburit Kreatif
SAMARINDA, inibalikpapan.com – Yamaha Fazzio Samarinda tak lagi sekadar riding sore. Sabtu (28/2/2026), 18 pengguna Fazzio justru bikin suasana ngabuburit berbeda: rolling city, kelas kreatif, hingga buka puasa bareng. Menariknya, 13 pengendara merek lain ikut gabung—tanda komunitas motor mulai berubah arah.
Kegiatan dimulai dari Yamaha Sentral Samarinda, Jalan Agus Salim. Rombongan lalu bergerak menuju Ya Kun Kaya Toast di kawasan Area 77 Sport Hub.
Bukan cuma konvoi biasa. Setelah riding, peserta langsung ikut kelas kreatif: membuat Chunky Bag atau merangkai Flower Bucket. Konsep ini sengaja dirancang berbeda dari event otomotif pada umumnya.
Asisten Manajer Promosi STSJ Main Dealer Yamaha Kaltim, Efendy Ariadi, menyebut acara seperti ini jadi ruang silaturahmi sekaligus pendekatan baru ke konsumen.
“Kami ingin makin dekat dengan pengguna Fazzio, bukan hanya lewat motor tapi lewat aktivitas yang mereka sukai,” ujarnya.
Komunitas Motor Tak Lagi Soal Mesin, Tapi Lifestyle
Area Marketing Development STSJ Kalimantan, Ilham Sintang, menjelaskan pendekatan ini menyasar milenial dan Gen Z—segmen utama Fazzio.
Anak muda, kata dia, tak hanya mencari kendaraan, tapi juga pengalaman dan nilai tambah.
“Sekarang komunitas bukan cuma riding. Mereka ingin circle baru, skill baru, pengalaman baru,” jelasnya.
Yang menarik, 13 peserta non-Fazzio ikut bergabung. Ini jadi sinyal bahwa Yamaha mulai membuka ruang lebih luas, bukan hanya eksklusif untuk pemilik Fazzio.
Strategi ini juga akan diperluas. Yamaha menargetkan hingga 12 kegiatan serupa dalam setahun, dengan konsep yang disesuaikan minat peserta.
Peserta: Datang karena Hobi, Pulang dengan Pengalaman
Salsabila Cahya Isnani, peserta non-Fazzio, mengaku tertarik ikut karena kelas Flower Bucket sesuai hobinya.
“Saya ikut kelas Flower Bucket, merangkai bunga segar. Saya lebih suka bunga karena bisa jadi pajangan,” katanya.
Ia bahkan tak menutup kemungkinan beralih ke Fazzio jika ada kesempatan.
Sementara Yulianti, pengguna Fazzio yang sudah setahun memakai motor tersebut, menyebut ini kali ketiganya ikut event serupa.
“Acaranya selalu asik. Bukan cuma riding, tapi ada aktivitas yang bikin nambah pengalaman,” ujarnya.
Langkah merangkul non-Fazzio dinilai jadi pendekatan baru di tengah persaingan motor skutik bergaya retro-modern.
Dengan membuka circle komunitas dan memberi ruang kreativitas, brand tidak hanya menjual produk, tapi membangun kedekatan emosional.
Jika konsisten digelar hingga 12 kali setahun, bukan tak mungkin komunitas seperti ini akan jadi pintu masuk konsumen baru di Samarinda dan Kaltim.***
BACA JUGA
