Analisis Statistik: Barito Putera “Demam Panggung” di Papua, Laskar Antasari Tak Berdaya
BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Kekalahan telak 4-1 yang diderita PS Barito Putera dari tuan rumah Persipura Jayapura di Stadion Lukas Enembe pada Minggu 15 Februari 2026 petang.
Hilangnya Konsentrasi di Menit Krusial
Inilah faktor paling fatal. Barito Putera sebenarnya mampu menahan serangan Muatiara Hitam hingga jelang turun minum.. Namun, runtuhnya fokus di masa tambahan waktu babak pertama mengakibatkan dua gol dari Ramai Rumakiek (45+2′) dan Reno Salampessy (45+3′).
Dampaknya: Kebobolan dua gol dalam rentang 1 menit merusak mental pemain di ruang ganti dan menghancurkan rencana taktis Stefano “Teco” Cugurra untuk babak kedua.
Eksploitasi Sektor Sayap dan Lini Tengah
Persipura sangat dominan dalam serangan balik dari lini tengah maupun bek sayap yang gagal gagal diredam Barito Putera. Lini pertahanan Barito Putera sering terlambat melakukan transisi dari menyerang ke bertahan.
Disamping minimnya kretifitas lini tengah, untuk menciptakan peluang bagi penyerang asal Brasil Alexsandro dos Santos Perreira. Cornelius Ezekiel Stewart, juga belum terlihat permainannya.
Statistik menunjukkan Persipura menguasai jalannya pertandingan di babak pertama, memaksa Barito hanya mengandalkan serangan balik sporadis.
Masalah Kedalaman Skuad dan Adaptasi Perjalanan
Masuknya Ferdiansyah di babak kedua memang sempat memberi nafas (gol menit ke-72), namun itu lebih karena Persipura terlihat sedikit menurunkan tempo, bukan karena dominasi taktis Barito.
Bermain di Papua selalu menjadi tantangan fisik bagi tim tamu. Barito Putera terlihat juga seperti kelelahan, karena perjalanan panjang. Sementara, Mutiara Hitam, terlihat lebih bugar secara fisik.
Muhammad Ridho di bawah mistar gawang sebenarnya melakukan beberapa penyelamatan penting, namun tanpa lindungan bek yang disiplin, ia tak kuasa membendung gempuran Mutiara Hitam.
Rahmad Darmawan (RD) tampak sangat memahami karakter mantan tim asuhannya. RD menginstruksikan pemain Persipura untuk terus menekan (high pressing) sejak awal, yang membuat aliran bola Barito Putera sering terputus di area pertahanan sendiri.
Statistik
Berdasarkan data statistik laga yang dikutip dari ileague, berikut adalah poin-poin krusial yang menjadi penyebab hancurnya permainan Barito Putera di laga perdana putaran ketiga Championship 2025/2026:
1. Dominasi Mutlak Lini Tengah Persipura
Persipura Jayapura tampil sangat superior dengan menguasai 66% penguasaan bola, meninggalkan Barito Putera yang hanya mencatatkan 34%. Dominasi ini terlihat dari jumlah umpan sukses Persipura yang mencapai 466 kali, hampir dua kali lipat dari Barito yang hanya mampu melakukan 243 umpan sukses.
2. Efektivitas Serangan yang Berbeda Kasta
Mutiara Hitam tampil sangat agresif dengan total 20 tembakan, di mana 9 di antaranya mengarah tepat ke gawang (on target). Sebaliknya, Barito Putera hanya mampu melepaskan 2 tembakan on target dari 11 percobaan.
Akurasi Tembakan: Persipura mencatatkan akurasi sebesar 57%, sementara Barito Putera hanya 20%. Hal ini menunjukkan buruknya koordinasi lini serang Laskar Antasari saat memasuki sepertiga lapangan lawan.
3. Hujan Tendangan Sudut dan Tekanan Konstan
Tekanan Persipura terlihat dari jumlah tendangan sudut yang mencapai 13 kali, sedangkan Barito hanya memperoleh 2 kali kesempatan. Kondisi ini memaksa barisan pertahanan Barito bekerja ekstra keras, terbukti dengan jumlah 16 tekel sukses yang dilakukan para pemain bertahan Barito untuk membendung serangan.
Tabel Statistik Pertandingan
| Statistik | Persipura Jayapura | PS Barito Putera |
| Penguasaan Bola | 66% | 34% |
| Total Tembakan | 20 | 11 |
| Tembakan ke Gawang | 9 | 2 |
| Akurasi Tembakan | 57% | 20% |
| Umpan Sukses | 466 | 243 |
| Tendangan Sudut | 13 | 2 |
| Kartu Kuning | 1 | 3 |
Barito Putera Kehilangan Identitas
Terlihat juga rasa frustrasi pemain dalam memutus aliran bola cepat Persipura. Absennya kontrol di lini tengah membuat transisi bertahan ke menyerang Barito Putera sering terpatahkan, terlihat dari 65 umpan gagal yang mereka lakukan.
Kekalahan ini menjadi sinyal waspada bagi pelatih Stefano “Teco” Cugurra untuk segera mengevaluasi kreativitas lini tengah dan kedisiplinan lini belakang sebelum melakoni laga berikutnya.
Berdasarkan data pertandingan yang berlangsung di Stadion Lukas Enembe kemarin, kekalahan telak 4-1 yang dialami PS Barito Putera dari Persipura Jayapura bukan sekadar masalah skor, melainkan adanya lubang teknis yang cukup menganga.
BACA JUGA
