Pemkot Apresiasi Jelajah Alam Pemuda, Hutan Kota sebagai Penyangga Lingkungan
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Pemerintah Kota Balikpapan mengapresiasi inisiatif generasi muda yang menggelar kegiatan “Jelajah Alam Pemuda Balikpapan” di kawasan hutan kota, akhir pekan lalu.
Kegiatan tersebut dinilai bukan sekadar aktivitas luar ruang, melainkan bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga lingkungan di tengah pesatnya pembangunan kota.
Wakil WaliKota Balikpapan, Bagus Susetyo, menegaskan bahwa keterlibatan anak muda dalam isu lingkungan menjadi fondasi penting bagi terwujudnya pembangunan berkelanjutan. Menurut dia, kepedulian terhadap alam harus ditanamkan sejak dini agar tumbuh menjadi karakter dan budaya bersama masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kota Balikpapan, kami mengapresiasi kegiatan ini. Ini bukan sekadar jelajah alam, tetapi juga proses pembelajaran agar generasi muda semakin mencintai dan menjaga lingkungan,” ujar Bagus.
Ia menekankan, keberadaan hutan kota memiliki fungsi strategis, terlebih posisi Balikpapan sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara. Kawasan hijau tersebut berperan sebagai ruang terbuka hijau sekaligus daerah resapan air yang membantu mengurangi risiko banjir akibat limpasan air permukaan.
Menurut Bagus, menjaga tutupan hijau bukan hanya menyangkut estetika kota, tetapi juga ketahanan lingkungan dalam jangka panjang. Hutan kota menjadi benteng alami yang menjaga kualitas udara, keseimbangan ekosistem, serta kenyamanan hidup warga di tengah pertumbuhan kawasan permukiman dan infrastruktur.
Selain fungsi ekologis, hutan kota juga memiliki potensi sosial dan ekonomi. Dengan pengelolaan yang tepat, kawasan tersebut dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata edukasi dan ruang rekreasi keluarga yang terjangkau, tanpa mengesampingkan prinsip konservasi.
“Ruang terbuka seperti ini memberi manfaat kesehatan sekaligus menjadi ruang interaksi masyarakat. Namun, fungsi utamanya tetap sebagai penyangga lingkungan yang harus kita jaga bersama,” katanya.
Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Lingkungan Hidup, lanjut dia, akan memperkuat program pelestarian, termasuk pemantauan kawasan dan dukungan penanaman bibit untuk meningkatkan tutupan hijau. Kolaborasi dengan komunitas pemuda dan masyarakat sekitar dinilai menjadi kunci keberlanjutan gerakan tersebut.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif mengawasi kawasan hutan kota dari aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan. Tanggung jawab menjaga alam, menurutnya, tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah.
“Kita semua punya tanggung jawab menjaga lingkungan ini. Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?” tegasnya.
Kegiatan Jelajah Alam Pemuda diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang menginspirasi komunitas lain di Balikpapan. Bagi pemerintah, keterlibatan generasi muda dalam gerakan lingkungan bukan sekadar seremoni, melainkan investasi jangka panjang agar Balikpapan tetap menjadi kota yang asri, nyaman, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.***
BACA JUGA
