Awal Puasa di Kaltim Berpotensi Diguyur Hujan Lebat, BMKG Keluarkan Peringatan Dini

Ilustrasi cuaca buruk. Foto: John Sorenson/Pexels

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com — Warga Kalimantan Timur mesti meningkatkan kewaspadaan memasuki awal Ramadan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi hujan sedang hingga sangat lebat pada 17–18 Februari 2026, bertepatan dengan hari-hari pertama puasa.

Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan penguatan Monsun Asia membawa aliran angin baratan yang cukup dominan dan mempercepat pertumbuhan awan hujan di berbagai wilayah Indonesia.

“Kombinasi faktor-faktor tersebut meningkatkan potensi hujan dengan intensitas sedang, lebat, hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah sepanjang periode 15-21 Februari 2026,” ujar Andri dalam keterangannya, Minggu (15/2/2026).

BMKG mencatat, pada 17–18 Februari, potensi cuaca ekstrem berpotensi terjadi di Aceh, Sumatra Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten. Selain itu, ada DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Utara.

Artinya, potensi hujan lebat di Kaltim bisa terjadi saat aktivitas masyarakat meningkat. Mulai dari perjalanan menjelang berbuka atau salat tarawih awal-awal puasa.

Fenomena cuaca ini berasal dari aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) di fase Samudra Hindia. Serta dukungan gelombang atmosfer Kelvin dan Rossby yang memicu perlambatan dan belokan angin (konvergensi).

Plh. Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani, menegaskan pentingnya kewaspadaan guna mengantisipasi dampak bencana hidrometeorologi.

“Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan memperkuat kesiapsiagaan. Serta langkah mitigasi sesuai dengan tingkat risiko dan karakteristik kerentanan wilayah masing-masing,” tambah Ida.

BMKG mengimbau masyarakat, terutama di wilayah rawan banjir dan longsor. Untuk memantau informasi cuaca resmi dan menghindari aktivitas di lokasi berisiko saat hujan dengan intensitas tinggi terjadi.

Di Kalimantan Timur, kondisi geografis berupa kawasan perbukitan dan daerah rawan genangan membuat potensi hujan lebat perlu mendapat antisipasi serius. Khususnya pada awal Ramadan ketika mobilitas warga meningkat.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses