Balai Karantina Pertanian Ikut Terlibat Pencegahan PMK, Waspadai Penyelendupan Hewan

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Kepala Balai karantina pertanian kelas 1 Balikpapan, Akhmad Al Farabi mengatakan dalam penanganan kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pihak Karantina bukan pada pemberian vaksin, tapi lebih pada aktivitas lalulintasnya.

“Untul PMK, pihak Karantina hanya pada lalulitasnya, misalnya ada masuk sapi kambing melalui pelabuhan yang sudah ditetapkan seperti semayang, kariangau, KIK, disitu tugas kami,” ujar Akhmad Al Farabi.

Langkah antisipasinya Balai karantina bersama satgas PMK secara bersama-sama fokus sesuai tupoksi masing-masing.

“Di satgas ini pun kalau ada penyelundupan hewan, setiap daerah ditutup untuk satu komoditas permasalahan penyelendupan akan ada karena masalah harga, ini yang harus kita waspadai, tapi sampai saat ini belum ada ditemukan,” katanya.

Dalam bincang Balai Karantina Pertanian Kelas I Balikpapan dan jajarannya bersama media, Jumat (14/10/202) sore, Al Farabi mengakui keberadaan Balai Karantina Pertanian belum begitu dikenal luas masyarakat ketimbang Karantina Kesehatan. Apalagi saat pandemi covid dan kegiatan haji.

Menurutnya keberadaan Karantina Pertanian sangat penting dan memiliki peran yang sangat penting ikut mempengaruhi ekonomi masyarakat.

“Keberadaan kita memang tujuan untuk mencegah masuk berbagai macam penyakit hama penyakit. Khususnya penyakit dari hewan bisa menjangkit manusia salah satunya seperti Rabies.

“Jadi sangat perlu diwaspadai dan penting diberikan pemahaman ke masyarakat penting tugas pokok karantina salah satu contoh Covid ini. “awalnya dari hewan berpindah ke manusia menjadi pandemi dari manusia ke manusia. Alangkah sulitnya membasmi masuk ke wilayah kita tanpa kita tau cari mengatasinya seperti Covid contoh kemarin,” ujarnya.

Begitupula dengan PMK yakni vaksin baru saja masuk namun penyakit sudah menyebar kemana-mana. “Sehingga alangkah besar kerugian ekonomi yang ditimbulkan walaupun PMK ini tidak menular ke manusia tapi bagi peternak harga sapi naik karena lalulintas sangat terbatas,” katanya.

Baca juga ini :  Mantan Kepala Bappenas Sebut Penolakan Ibu Kota Negara Pindah ke Kalimantan Tak Berdasar

“Untuk itu, teman-teman media sangat membantu sosialisasi perkarantinaan. Sebab jangkauan teman-teman humas tidak seluas teman-teman media,” harapnya.

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.