Balikpapan 129 Tahun: Harmoni, Cinta Kota, dan Langkah Menuju Panggung Global
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Kota Balikpapan menapaki usia ke-129 tahun dengan optimisme baru. Dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Balikpapan, Wali Kota Rahmad Mas’ud menegaskan bahwa perjalanan panjang kota ini bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga tentang merawat harmoni sosial, lingkungan, dan nilai-nilai kemanusiaan di tengah laju modernisasi.
Mengusung tema “Harmoni Menuju Kota Global”, Balikpapan diproyeksikan menjadi simpul peradaban masa depan, seiring perannya sebagai mitra strategis Ibu Kota Nusantara (IKN).
Wali Kota menekankan bahwa cita-cita menuju kota global tidak boleh mengikis jati diri. Sebaliknya, kemajuan harus tumbuh dari keberagaman, kerukunan, dan kecintaan warga terhadap kotanya.
“Balikpapan tidak sekadar tumbuh sebagai kota jasa, industri, dan perdagangan, tetapi juga sebagai rumah yang nyaman dan beradab bagi semua,” ujar Rahmad Mas’ud di hadapan anggota dewan dan tamu undangan.
Indeks Pembangunan Manusia
Sepanjang 2025, berbagai capaian pembangunan dicatatkan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Balikpapan mencapai 83,23, melampaui rata-rata nasional. Angka kemiskinan turun menjadi 1,97 persen terendah kedua secara nasionalsementara pertumbuhan ekonomi menembus 9,32 persen pada triwulan III 2025. Capaian ini menjadi bukti bahwa pembangunan yang inklusif mampu menghadirkan kesejahteraan nyata.
Di sektor pelayanan publik, transformasi birokrasi berbasis digital terus dikuatkan, termasuk melalui Mal Pelayanan Publik dan ratusan titik WiFi gratis. Pemerintah kota juga memperluas akses kesehatan dengan pembiayaan BPJS bagi lebih dari 200 ribu warga, serta pembangunan fasilitas puskesmas baru.
Tak hanya infrastruktur, pembangunan sumber daya manusia menjadi fondasi utama. Investasi pada pendidikan, beasiswa, dan penguatan nilai spiritual dipandang sebagai ikhtiar mencetak generasi Balikpapan yang siap bersaing di tingkat global tanpa kehilangan akar moralnya.
Wali Kota turut mengapresiasi peran para pendahulu dan seluruh elemen masyarakat yang telah menjaga Balikpapan tetap kondusif dan berdaya saing. Menurutnya, reputasi kota sebagai salah satu kota paling layak huni di Indonesia adalah hasil cinta kolektif warganya terhadap kota ini.
Di usia ke-129, Balikpapan dihadapkan pada tantangan perubahan iklim, keterbatasan fiskal, dan dinamika global. Namun, dengan semangat sinergi dan harmoni, Balikpapan diyakini mampu melangkah mantap menjadi kota global yang berkarakter, beriman, dan manusiawi.***
BACA JUGA
