Balikpapan Bakal Punya Pasar Modern Berkonsep E-Mall 8 Lantai: Ada Arena Bermain hingga Sentra Ekraf

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo. (Foto: Samsul/Inibalikpapan
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo. (Foto: Samsul/Inibalikpapan)

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Pemerintah Kota Balikpapan tengah serius menggarap proyek ambisius transformasi pasar tradisional menjadi pusat perbelanjaan modern berkonsep e-mall. Proyek ini dirancang untuk memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan sekaligus menghadirkan ruang publik yang lebih layak dan berdaya saing bagi warga Kota Minyak.

Meski dihadapkan pada keterbatasan fiskal daerah, Pemkot Balikpapan optimistis proyek ini dapat terealisasi melalui kolaborasi pendanaan lintas sektor.

Konsep Pasar Modern: Lebih dari Sekadar Tempat Berjualan

Pasar yang direncanakan ini akan dibangun menjulang setinggi enam hingga delapan lantai. Berbeda dengan pasar tradisional pada umumnya, konsep e-mall ini akan mengintegrasikan berbagai fungsi dalam satu atap:

  • Lantai Dasar & Utama: Pusat perdagangan kebutuhan pokok yang tertata.
  • Fasilitas Hiburan: Arena bermain anak dan keluarga.
  • Ruang Kreatif: Wadah bagi pelaku Ekonomi Kreatif (Ekraf) lokal.
  • Kuliner: Sentra makanan (food court) yang menghadirkan cita rasa khas daerah.

Strategi Anggaran: Lobi Provinsi dan Pusat

Wakil Wali Kota Balikpapan mengakui bahwa estimasi kebutuhan anggaran proyek ini cukup besar, yakni mencapai lebih dari Rp100 miliar. Mengingat APBD kota memiliki keterbatasan dan harus memprioritaskan mandatory spending (pendidikan dan kesehatan), pemerintah menempuh strategi jemput bola.

“Kita berharap ada dukungan dari APBD Provinsi maupun APBN. Karena itu, DED (Detail Engineering Design) sedang kita siapkan secara matang agar saat diajukan ke pusat atau provinsi, dokumen kita sudah lengkap dan siap,” jelasnya.

Kesiapan Teknis dan Aspirasi Pedagang

Pemerintah telah menginstruksikan Bappeda, Dinas PU, serta BKAD untuk menyempurnakan dokumen perencanaan. Selain teknis bangunan, Pemkot juga telah melakukan survei dan menjaring masukan dari para pedagang.

Salah satu poin krusial yang tengah dibahas adalah penempatan bangunan sementara (TPS). Hal ini bertujuan agar aktivitas jual beli para pedagang tidak terhenti selama masa konstruksi berlangsung. Secara prinsip, para pedagang dilaporkan telah menyetujui konsep modernisasi ini.

Target Realisasi 2027

Proyek pasar modern ini ditargetkan masuk dalam pembahasan perencanaan tahun 2027. Tahapan akan dimulai melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) hingga pengajuan ke tingkat nasional.

“Kita tidak mungkin mengajukan semua proyek sekaligus, satu per satu kita matangkan. Setelah DED siap, opsi pembiayaan akan lebih terbuka,” tambahnya.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses