Balikpapan Perkuat Konsep Ruang Bersama Indonesia untuk Kota Layak Anak
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Pemerintah Kota Balikpapan terus berkomitmen dalam mewujudkan Kota Layak Anak (KLA) melalui pengembangan Ruang Bersama Indonesia (RBI).
Konsep ini bukan sekadar penyediaan ruang fisik seperti taman atau tempat bermain.. Tetapi juga membangun ekosistem yang mendukung komunikasi dan koordinasi yang baik di dalam keluarga serta lingkungan sekitar.
Saat ini, beberapa kelurahan di Balikpapan telah memiliki ruang bermain ramah anak, yang ke depan akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas tambahan.
Selain itu, taman-taman seperti Taman Tiga Generasi, Islamic Center, hingga Taman Wiluyo puspoyudo akan dikembangkan agar semakin sesuai dengan konsep RBI.
“Ke depannya, taman-taman yang sudah ada tidak hanya menyediakan alat permainan anak, tetapi juga akan dilengkapi dengan fasilitas olahraga outdoor serta koleksi buku bacaan. Dengan demikian, tempat ini tidak hanya menjadi area bermain, tetapi juga menjadi pusat berkumpul bagi warga dari berbagai generasi,” ujar Kepala DP3AKB Kota Balikpapan Heria Prisni, Jumat (8/2/2025).
Konsep yang diusung dalam RBI di Balikpapan menekankan pada tema sehat, cerdas, dan ramah anak. Harapannya, ruang-ruang ini dapat menjadi wadah interaksi yang positif bagi anak-anak, orang tua, dan seluruh masyarakat, sehingga menciptakan lingkungan yang lebih harmonis dan mendukung perkembangan anak secara optimal.
Dengan penguatan konsep ini, Balikpapan semakin menunjukkan komitmennya dalam membangun kota yang ramah bagi keluarga dan generasi muda, selaras dengan arahan Kementerian dalam menciptakan Ruang Bersama Indonesia di setiap kabupaten/kota.
Dapat Dukungan DPRD
Sebelumnya, Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Gazali, menegaskan komitmennya dalam memperkuat keberadaan Taman 3 Generasi sebagai ruang terbuka hijau yang cerdas dan ramah anak.
Dalam upaya ini, pihaknya mendorong keterlibatan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna mewujudkan taman yang benar-benar terstandarisasi secara nasional.
“Kami di Komisi 4 berfokus pada penguatan taman yang ada saat ini. Salah satunya adalah Taman 3 Generasi yang diharapkan menjadi ruang publik yang multifungsi. Di dalamnya harus ada taman baca, area bermain anak. Serta panggung kesenian yang mendukung pengembangan seni dan budaya, termasuk pariwisata,” ujar Gazali.
Komisi IV berencana mengusulkan pembangunan perpustakaan yang representatif, arena bermain anak yang lengkap, serta fasilitas olahraga di taman tersebut. Langkah ini sejalan dengan kajian Komisi 4 yang menitikberatkan pada pengembangan ruang terbuka hijau yang cerdas dan ramah anak.
“Konsep cerdas berarti ada perpustakaan dan taman baca. Sementara konsep hijau melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan ramah anak melibatkan DP3KB sebagai leading sector dalam pemberdayaan anak,” tambahnya.
Terkait perawatan taman, Gazali menjelaskan, bahwa masing-masing OPD memiliki tanggung jawab sesuai bidangnya. DLH akan bertanggung jawab atas penghijauan, Dinas Perpustakaan dan Arsip menangani perpustakaan, serta DP3KB mengelola area bermain anak. Sementara itu, Dinas Pemuda dan Olahraga bertanggung jawab atas fasilitas olahraga dan pentas seni.
Untuk memastikan taman ini benar-benar menjadi daya tarik masyarakat, Komisi IV juga akan mendorong pengelolaan fasilitas yang optimal. Gazali berharap taman ini bisa menjadi tempat yang nyaman bagi anak-anak, termasuk sebagai alternatif. Untuk mengurangi ketergantungan terhadap gadget dengan menyediakan ruang baca yang menarik.
Sebagai bagian dari pengembangan ruang publik, pada 28 Februari 2025 mendatang, Menteri terkait dijadwalkan meresmikan Taman Bekapai. Yang juga menjadi salah satu proyek taman berstandar nasional di Balikpapan.
“Target kami pada 2025, Taman 3 Generasi benar-benar berstandar nasional dan bisa menjadi ikon baru bagi masyarakat Balikpapan,” pungkas Gazali.***
BACA JUGA
