Berpengalaman dengan USBK, Balikpapan Siap Laksanakan Tes Kemampuan Akademik

Kepala Disdikbud Kota Balikpapan Irfan Taufik

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan memastikan kesiapan penuh dalam pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan. 

Kesiapan tersebut tidak terlepas dari pengalaman panjang Balikpapan yang telah lebih dulu menerapkan sistem evaluasi serupa melalui Ujian Sekolah Berstandar Kota (USBK).

Kepala Disdikbud Kota Balikpapan, Irfan Taufik, menegaskan bahwa secara konsep, TKA bukanlah hal baru bagi dunia pendidikan di Balikpapan. Selama beberapa tahun terakhir, pihaknya telah menjalankan USBK sebagai instrumen pengukuran capaian akademik peserta didik di tingkat sekolah dasar.

“Model ujian seperti ini sudah kami laksanakan jauh sebelum kebijakan TKA dari kementerian diterapkan. Saat itu kami menyebutnya sebagai USBK,” ujar Irfan, Jum’at (16/01/2026).

Ia menjelaskan, meskipun terdapat perbedaan teknis antara USBK dan TKA, substansi keduanya memiliki tujuan yang sama. USBK sebelumnya mengujikan delapan mata pelajaran, sedangkan TKA hanya berfokus pada dua mata pelajaran utama. 

Namun demikian, kedua sistem tersebut sama-sama dirancang untuk mengukur capaian akademik dan standar kompetensi peserta didik secara objektif.

Menurut Irfan, hasil USBK selama ini tidak dijadikan sebagai penentu kelulusan siswa. Sebaliknya, data yang diperoleh dimanfaatkan sebagai bahan pemetaan prestasi akademik guna melihat potensi dan perkembangan kemampuan peserta didik.

“Hasil ujian bukan untuk menentukan lulus atau tidak lulus, tetapi untuk mengetahui sejauh mana capaian akademik siswa dan menyusun peta prestasi mereka,” jelasnya.

Melalui Jalur Prestasi

Lebih lanjut, Irfan menyebutkan bahwa hasil pemetaan tersebut memiliki peran strategis dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), khususnya melalui jalur prestasi dari jenjang sekolah dasar ke sekolah menengah pertama.

“Dari hasil USBK, siswa dengan peringkat tertentu dapat diterima melalui jalur prestasi sesuai kuota yang telah ditetapkan. Ini menjadi salah satu bentuk keadilan dan apresiasi terhadap prestasi akademik siswa,” katanya.

Dengan pengalaman tersebut, Disdikbud Kota Balikpapan optimistis pelaksanaan TKA tidak akan menghadapi kendala berarti. Baik dari sisi kesiapan sistem, sumber daya manusia, hingga pemahaman teknis pelaksanaan di sekolah-sekolah, Balikpapan dinilai telah matang.

“Jika berbicara tentang TKA, pada dasarnya Balikpapan sudah sangat siap. Konsep dan mekanismenya telah kami jalankan sejak lama, sehingga tinggal menyesuaikan dengan kebijakan nasional,” pungkas Irfan.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses