Bertemu Prabowo, Menteri Purbaya Klaim Anggaran Negara Masih Aman di Tengah Konflik di Timur Tengah

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Suara.com/Dicky Prastya]
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Suara.com/Dicky Prastya]

JAKARTA, inibalikpapan.com — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih dalam kondisi aman meski konflik Amerika Serikat, Israel, dan Iran memicu ketidakpastian global.

Pernyataan itu disampaikan usai pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah tokoh nasional di Istana Kepresidenan, Jakarta.

“Ada bahas antara lain kalau krisis seperti ini berkepanjangan, tahan enggak anggarannya. Anggarannya seperti apa. Kalau analisa kita yang ada sekarang sih masih cukup baik, jadi enggak ada masalah,” kata Purbaya, Rabu (4/3/2026).

Menurutnya, ketahanan APBN ditopang oleh kinerja penerimaan pajak yang menunjukkan pertumbuhan signifikan pada awal 2026.

Ia menyebut pertumbuhan tax collection mencapai sekitar 30 persen pada Januari dan Februari 2026.

“Itu angka yang signifikan sekali. Artinya ada perbaikan yang signifikan di ekonomi dan perilaku orang-orang, Pajak, dan Bea Cukai,” ujarnya.

Purbaya menjelaskan, pemerintah juga telah melakukan simulasi apabila harga minyak melonjak akibat potensi penutupan Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi dunia.

“Pokoknya kita hitung simulasi harga minyak level tertentu ya setahun, untuk anggaran setahun ini. Jadi masih bisa di-absorb kalo harga minyak naik. Kalau terlalu tinggi, tapi kalo ekstrim sekali akan kita hitung ulang,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa hingga saat ini, kondisi fiskal nasional dinilai masih terkendali dan mampu menyerap dampak kenaikan harga minyak dalam batas tertentu.

Konflik di Timur Tengah prediksinya meningkatkan risiko tekanan terhadap harga energi dan nilai tukar. Namun pemerintah menyatakan telah menyiapkan langkah antisipasi melalui perhitungan skenario dan penguatan penerimaan negara.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses