Ekonomi Tumbuh 5,39%, Menko Airlangga Bidik Target 5,5% di Kuartal I-2026 Lewat Stimulus Lebaran

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Ekon) Airlangga Hartarto
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Ekon) Airlangga Hartarto (BPMI Setpres)

JAKARTA, Inibalikpapan.com – Pemerintah menegaskan optimisme tinggi terhadap ketahanan ekonomi nasional di tengah gejolak geopolitik global. Dengan modal pertumbuhan ekonomi sebesar 5,39% (yoy) pada Q4-2025—salah satu yang tertinggi di G20—Indonesia kini membidik akselerasi pertumbuhan hingga 5,5% pada Triwulan I-2026.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam posisi yang sangat solid.

Fundamental Kuat dan Pertumbuhan Berkualitas

Optimisme pemerintah didasarkan pada sejumlah indikator sektor riil yang menunjukkan tren ekspansif:

  • PMI Manufaktur: Level 53,8 (Februari 2026).
  • Indeks Keyakinan Konsumen: Level 127 (Januari 2026).
  • Pertumbuhan Penjualan Riil: 7,9% (yoy).

Tak hanya sekadar angka, pertumbuhan ekonomi juga diklaim lebih berkualitas dengan menurunnya angka kemiskinan menjadi 8,25%, pengangguran turun ke 4,74%, serta rasio Gini yang membaik di level 0,363.

Strategi Ketahanan Energi di Tengah Konflik Global

Menyikapi eskalasi konflik di Timur Tengah yang mengancam stabilitas energi, Menko Airlangga memastikan kondisi fiskal tetap terkendali. Meskipun harga minyak dunia fluktuatif, asumsi harga minyak dalam APBN masih dipatok pada USD70 per barel.

“Pemerintah bersama Pertamina melakukan langkah antisipatif melalui diversifikasi pasokan, termasuk kerja sama pengadaan minyak dengan Amerika Serikat untuk memperkuat ketahanan energi nasional,” jelas Airlangga dalam siaran pers Kemenko Ekuin

Dorong Sektor Prioritas dan Stimulus Lebaran

Untuk tahun 2026, pemerintah mematok target pertumbuhan 5,4% dengan fokus pada empat sektor kunci: Pertanian, Manufaktur, Ekonomi Digital, dan Ketahanan Energi.

Sejumlah program prioritas nasional juga akan diakselerasi, seperti:

  1. Makan Bergizi Gratis: Untuk peningkatan kualitas SDM.
  2. Koperasi Merah Putih & Komersialisasi Danantara.
  3. Pembangunan 3 Juta Rumah: Mendorong permintaan domestik dan lapangan kerja.
  4. Stimulus Idulfitri: Diskon transportasi, bantuan pangan untuk 35,04 juta keluarga, dan penyaluran THR.

Reformasi Struktural dan Inovasi Keuangan

Pemerintah terus mempercepat pembentukan satuan tugas debottlenecking untuk mengatasi hambatan investasi dan optimalisasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Di sektor keuangan, peluncuran Bullion Bank (bank emas) menjadi langkah strategis menyediakan instrumen investasi aman di tengah volatilitas global.

Dari sisi penerimaan negara, pemerintah mengandalkan implementasi Coretax. “Jika Coretax jalan, dari PPN saja kita bisa dapat tambahan 2-3%. Kami tetap optimis perekonomian akan lebih solid,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses