Bukan Sekadar Angka: Program Prabowo Ini Sudah Menghidupi 1 Juta Keluarga dan Mengenyangkan 60 Juta Rakyat

Potret pelajar di wilayah IKN bersama paket makan bergizi gratis (MBG). (Foto: Otorita IKN)
Potret pelajar di wilayah IKN bersama paket makan bergizi gratis (MBG). (Foto: Otorita IKN)

BOGOR, Inibalikpapan.com – Bagi jutaan warga Indonesia, program pemerintah kini bukan lagi sekadar janji. Dari dapur kecil di daerah hingga sekolah di pelosok, dampaknya mulai terasa langsung di meja makan, lapangan kerja, dan layanan publik.

Dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2026 di Sentul, Presiden Prabowo Subianto membeberkan fakta yang jarang dibicarakan: program strategis negara kini benar-benar menyentuh kehidupan sehari-hari rakyat.

Dari Antre Kerja ke Dapur Makan Bergizi

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya bicara soal gizi anak.
Di baliknya, ada 22.275 dapur yang beroperasi di berbagai daerah dan menghidupi sekitar 1 juta pekerja.

“Setiap dapur mempekerjakan sekitar 50 orang yang digaji setiap hari. Ini ekonomi nyata di daerah,” kata Presiden Prabowo.

Saat ini, 60 juta rakyat sudah menerima manfaat MBG. Pemerintah menargetkan jumlah itu naik menjadi 82 juta penerima pada Desember 2026.

Bagi banyak keluarga, dapur MBG bukan hanya tempat memasak, tetapi sumber penghasilan baru yang stabil.

Layanan Kesehatan Gratis, Tak Lagi Jadi Barang Mewah

Perubahan juga terjadi di sektor kesehatan.
Presiden menyebut 70 juta rakyat Indonesia telah mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis.

“Ini pertama kali dalam sejarah bangsa kita,” tegasnya.

Bagi warga berpenghasilan rendah, layanan ini berarti:

  • Tidak lagi menunda berobat
  • Tidak takut biaya pemeriksaan
  • Deteksi penyakit lebih cepat

Kesehatan tidak lagi soal mampu atau tidak, tetapi hak dasar yang mulai dipenuhi negara.

Sekolah Pelosok Kini Punya Fasilitas Setara Kota

Di bidang pendidikan, pemerintah mendistribusikan 282.180 unit Interactive Flat Panel (IFP) ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.

Presiden memastikan:

Sekolah di pulau terluar dan daerah terpencil kini memiliki fasilitas pembelajaran digital yang sama dengan sekolah di kota besar.

Bagi guru dan siswa di daerah, ini bukan sekadar layar digital, melainkan kesempatan belajar yang lebih setara.

Danantara dan Aset Negara Rp16.000 Triliun

Di tingkat nasional, pemerintah juga merapikan fondasi ekonomi jangka panjang melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).

Indonesia kini memiliki sovereign wealth fund dengan aset kelolaan mencapai 1,04 triliun dolar AS atau lebih dari Rp16.000 triliun.

“Kita satukan seluruh kekuatan ekonomi negara dalam satu manajemen profesional untuk kemandirian bangsa,” ujar Presiden.

Langkah ini diharapkan memperkuat daya tahan ekonomi nasional dan memastikan kekayaan negara dikelola untuk generasi mendatang.

Dampak Nyata, Bukan Sekadar Seremoni

Jika dirangkum, inilah capaian yang kini mulai dirasakan rakyat:

  • 60 juta warga menikmati Makan Bergizi Gratis
  • 1 juta orang bekerja di ekosistem dapur MBG
  • 70 juta rakyat mendapat layanan kesehatan gratis
  • 282 ribu sekolah terdigitalisasi hingga pelosok
  • Rp16.000 triliun aset negara dikelola terpadu

Bagi pemerintah, angka ini adalah laporan.
Bagi warga, ini adalah makan di meja, kerja setiap hari, dan layanan yang akhirnya bisa diakses.

Program strategis negara perlahan bergeser: dari seremoni ke perubahan hidup nyata.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses