Borneo FC Tambah Amunisi Timnas Suriah Mohammad Anez, Persaingan Juara Super League Makin Panas
BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Borneo FC Samarinda benar-benar serius mengejar gelar Super League 2025/2026. Saat selisih poin dengan puncak klasemen hanya satu angka, Pesut Etam mendatangkan gelandang Timnas Suriah Mohammad Anez. Bukan sekadar transfer, ini pesan tegas: Borneo FC siap bertarung sampai titik akhir.
Rekrutan Mohammad Anez diumumkan Senin malam (2/2/2026), momen yang terasa tepat di tengah panasnya persaingan papan atas. Manajemen Borneo FC seolah ingin menegaskan satu hal: mereka tidak ingin musim ini berakhir dengan penyesalan.
Dengan Persib Bandung di puncak klasemen (44 poin), Borneo FC hanya tertinggal satu poin di posisi kedua (43 poin), disusul Persija Jakarta (41 poin). Margin tipis ini membuat setiap pertandingan berubah menjadi “final”.
Selama ini, lini tengah Borneo FC kerap bekerja keras, tetapi belum selalu dominan di laga-laga krusial. Kehadiran Anez diharapkan menjadi solusi.
Gelandang berusia 30 tahun itu datang dengan pengalaman internasional bersama Timnas Suriah dan jam terbang tinggi di Liga Lebanon. Bersama Al-Ahed, ia mencatatkan 10 penampilan dan dua assist musim ini—angka yang mungkin terlihat sederhana, tetapi menunjukkan peran penting dalam menjaga ritme permainan.
Dengan tinggi badan 1,79 meter, Anez dikenal kuat dalam duel dan tenang saat menguasai bola. Karakter yang dibutuhkan Borneo FC untuk mengontrol tempo saat tekanan sedang tinggi.
Lini Tengah Mewah, Pilihan Taktik Kian Dalam
Di tangan Fabio Lefundes, kehadiran Anez membuat lini tengah Pesut Etam semakin “berlapis”. Ia akan bersaing sekaligus melengkapi pemain seperti Juan Vila, Kei Hirose, dan Marcos Astina.
Artinya, Borneo FC kini tidak hanya mengandalkan satu pola. Rotasi lebih leluasa, intensitas bisa dijaga, dan lawan sulit menebak pendekatan permainan—keuntungan besar di fase penentuan juara.
Bagi pendukung di Samarinda dan Kalimantan Timur, transfer ini memunculkan optimisme yang nyata. Bukan lagi sekadar “main bagus”, tapi keyakinan bahwa Borneo FC mampu tampil lebih dingin dan stabil di laga besar.
Jika adaptasi Anez berjalan cepat, Pesut Etam berpeluang mengurangi kesalahan-kesalahan kecil yang selama ini kerap merugikan di momen krusial.
Musim belum selesai, tapi arah perjuangan sudah jelas. Dengan mendatangkan pemain berlevel tim nasional di saat persaingan memuncak, Borneo FC mengirim pesan ke seluruh rival: gelar Super League musim ini bukan sekadar mimpi—tapi target yang sedang dikejar dengan serius.
BACA JUGA
