Di Washington DC, Presiden Prabowo Paparkan Strategi Transformasi Nasional: Dari Makan Bergizi hingga Digitalisasi Pendidikan
WASHINGTON DC, Inibalikpapan.com – Presiden Prabowo Subianto memaparkan visi besar transformasi nasional dalam sesi roundtable Business Summit di Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (18/02/2026).
Di hadapan para pemimpin bisnis Amerika Serikat, Kepala Negara menegaskan komitmennya dalam mempercepat pembangunan SDM, mengatasi stunting, hingga memperkuat daya saing ekonomi inklusif.
Presiden menekankan bahwa arah baru pembangunan Indonesia adalah transformasi yang cepat namun terukur demi menyongsong Indonesia Emas 2045.
Investasi SDM: Makan Bergizi Gratis dan Penanganan Stunting
Presiden Prabowo membagikan pengalaman pribadinya saat turun ke desa-desa dan menemukan fakta bahwa 25 persen anak-anak Indonesia mengalami stunting. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah melakukan efisiensi besar-besaran pada belanja negara yang tidak produktif untuk dialokasikan ke program prioritas.
Salah satu program unggulan yang disorot adalah penyediaan Makan Bergizi Gratis:
- Rasio Pengembalian: Mengutip Rockefeller Institute, setiap 1 dolar yang dihabiskan untuk makan gratis anak-anak memberikan pengembalian setidaknya 7 dolar, bahkan hingga 35 kali lipat dalam jangka panjang.
- Dampak Ekonomi: Program ini menciptakan efek pengganda (multiplier effect) melalui pembukaan lapangan kerja dan peningkatan permintaan hasil pertanian domestik.
Revolusi Digital di Ruang Kelas
Di bidang pendidikan, Presiden menargetkan seluruh ruang kelas di Indonesia memiliki layar interaktif pintar pada akhir masa jabatannya.
- Capaian Saat Ini: Hingga akhir Desember 2025, pemerintah telah mendistribusikan lebih dari 280 ribu layar ke berbagai sekolah.
- Manfaat: Perangkat ini memuat seluruh silabus sekolah dalam perangkat lunak yang dapat diakses kapan saja, memungkinkan pembelajaran jarak jauh bagi wilayah terpencil agar tetap memperoleh akses pendidikan terbaik.
Penguatan Ekonomi: Danantara dan Hilirisasi
Presiden juga mengungkapkan pembentukan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk mengonsolidasikan seluruh aset milik negara. Langkah strategis lainnya meliputi:
- Hilirisasi Industri: Memulai 18 proyek hilirisasi pada tahun ini.
- Energi Terbarukan: Proyek pengolahan sampah menjadi energi senilai 3 miliar dolar AS.
- Konektivitas: Penguatan infrastruktur, logistik, dan rantai pasok global.
“Indonesia tidak hanya akan menjadi pasar yang menarik, tetapi kami juga berharap Indonesia digunakan sebagai basis produksi dan mitra strategis yang baik untuk kawasan ini,” tegas Presiden Prabowo. / setneg
BACA JUGA
