Alwi Al Qadri

DPRD Balikpapan Setujui Anggaran Dialihkan Berdasarkan Skala Prioritas

BALIKPAPAN– Komisi III DPRD Balikpapan tidak mempermasalahkan jika kegiatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang sudah masuk anggaran namun pemanfaatannya dialihkan untuk kegiatan lainnya. Namun dengan ketentuan dana dialihkan untuk proyek pembangunan skala prioritas sesuai visi dan misi wali kota Balikpapan.

Pernyataan tersebut dilontarkan Ketua Komisi III DPRD Balikpapan- Alwi Al Qadrie saat menanyakan kepada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) kota Balikpapan terkait usulan penambahan anggaran kegiatan untuk OPD.

“Kami tanya ke Bappeda untuk usulan anggaran OPD ditambah. Ternyata anggaran yang sudah di pagu tidak bisa ditambah, tetapi bisa dipindahkan berdasarkan skala prioritas, ” kata Alwi.

“Misalnya anggaran Dinas Pekerjaan Umum u tim bikin jalan 10 meter, kita pindahkan untuk kegiatan drainase, ” ujarnya menjelaskan.

Alwi mengatakan, terdapat sejumlah kegiatan yang tidak bisa dirubah atau dikurangi yang mana kebijakan tersebut mengacu pada visi misi wali kota dan masuk kegiatan skala prioritas. Beberapa kegiatan sesuai visi misi wali kota yang tidak bisa di hapus atau dikurangi diantaranya penanganan banjir, pendirian rumah sakit di Balikpapan Barat dan jembatan Kariangau.

“Jembatan Kariangau saat ini masih digodok DED nya. Kita tau Kariangau agak terpencil. Harapan dengan ini memudahkan akses masyarakat kampung baru dan Kariangau, ” kata Alwi.

Pemerintah kota Balikpapan saat ini minim anggaran untuk kegiatan pembangunan. Sehingga pada kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbang) 2021, Masing-masing kelurahan dibatasi hanya menyelenggarakan satu kegiatan saja.

Contoh di Balikpapan masing-masing keluraan menyampaikan usulan kegiatan antara 50 sampai dengan 80. Sampai di kecamatan dikerucutkan menjadi lima, kemudian dibawa ketingkat kota menjadi sisa satu.

“Kasian kelurahan, harapkan usulan banyak tapi hanya satu masing-masing kelurahan yang diterima, padahal anggaran musrenbang mencapai 800 juta, ” kata Alwi.

Baca juga ini :  12,5 Ton Ikan Segar dan Kepiting dari Kaltim di Ekspor ke China

“Kami juga mengusulkan agar IMTN dihapus karena ribet urusannya. Dan ada yang tumpang tindih IMTN nya. Jadi kita dukung IMTN dihapus,” ujarnya menambahkan.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.