Fans Murka! Persiba Balikpapan Dibungkam Persela 2-0, Tagar “Liga 3” Bergema di Media Sosial

Laga Persela Lamongan vs Persiba Balikpapan berakhir 2-0 / foto : oficial Persiba
Laga Persela Lamongan vs Persiba Balikpapan berakhir 2-0 / foto : oficial Persiba

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Gelombang kemarahan suporter Persiba Balikpapan pecah di jagat maya usai tim kesayangan mereka kembali menelan kekalahan menyakitkan.

Bertandang ke markas Persela Lamongan pada Sabtu (28/3/2026), skuad berjuluk Beruang Madu harus pulang dengan tangan hampa setelah takluk 0-2.

Kekalahan ke-13 musim ini bukan sekadar hilangnya tiga poin, melainkan alarm kematian bagi eksistensi Persiba di kasta kedua sepak bola Indonesia. Hasil ini memicu ledakan kekecewaan dari para fans yang menilai performa tim kian merosot tanpa ada perbaikan nyata.

Media Sosial Banjir Kritik: “Mental Tarkam” hingga “Innalillahi”

Pantauan di akun media sosial resmi klub, ribuan komentar bernada pesimis hingga sinis membanjiri kolom komentar tak lama setelah peluit panjang dibunyikan. Banyak suporter yang kini mulai pasrah dan menyebut Persiba lebih layak berkompetisi di Liga 3.

Beberapa komentar pedas dari fans mencerminkan betapa dalamnya luka publik Balikpapan:

“Tidak bisa berkata-kata, cuma bisa bilang mental tarkam,” tulis akun Rakno Cheng. “Game over. Sudah tidak ada motivasi lagi, lebih pasrah ke Liga 3,” cetus Satria Muliawan. Bahkan, ungkapan duka cita muncul dari Ardiansyah Idoep, “Innalillahi…”.

Nada frustrasi juga disampaikan oleh fans lain seperti Caesar Azzam yang menyindir, “Coba main di Auri aja bagus, piala Lanud Cup… bikin kecewa.” Sementara Sugeng Wfw menyoroti akar masalah finansial, “Tergantung dana… tim besar dana besar.”

Klasemen Kritis: Nasib di Ujung Tanduk PSIS Semarang

Posisi Persiba Balikpapan di Grup 2 Championship 2025/2026 kini berada di titik nadir. Tertahan di peringkat ke-8 dengan 17 poin, posisi Beruang Madu hanya terpaut satu angka dari PSIS Semarang (16 poin) yang menghuni zona play-off degradasi.

Skenario terburuk membayangi Persiba besok, Minggu (29/3/2026). Jika PSIS mampu memenangkan laga kontra Persipal FC di Stadion Jatidiri, maka Persiba secara otomatis akan melorot ke peringkat 9—masuk ke zona merah yang selama ini menjadi mimpi buruk para suporter.

Inkonsistensi dan Hilangnya Identitas

Kekalahan di Surajaya mempertegas masalah klasik Persiba musim ini: hilangnya semangat juang dan mental bertanding. Suporter menilai tim kehilangan identitas sebagai tim besar yang disegani. Inkonsistensi permainan serta koordinasi lini belakang yang rapuh kembali menjadi sasaran kritik tajam.

Kini, tekanan luar biasa berada di pundak pelatih Leonard Tupamahu dan manajemen. Jika tidak segera ada pembenahan fundamental, nama besar Persiba Balikpapan benar-benar terancam tenggelam dan menjadi sejarah di kasta bawah sepak bola nasional.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses