Film ‘Yohanna’ yang Dibintangi Laura Basuki Bakal Tayang April 2026, Sukses Curi Perhatian Internasional
JAKARTA, inibalikpapan.com — Film Yohanna akhirnya siap tayang di bioskop Indonesia mulai 9 April 2026, setelah lebih dulu meraih berbagai penghargaan di festival film internasional.
Film garapan sutradara Razka Robby Ertanto ini dibintangi Laura Basuki yang memerankan tokoh utama seorang biarawati muda.
Dalam ceritanya, Yohanna dikirim ke Sumba, Nusa Tenggara Timur, untuk menjalankan misi kemanusiaan pascabencana Badai Tropis Seroja. Namun, misi tersebut berubah menjadi ujian berat ketika bantuan yang dibawanya justru dicuri.
Peristiwa itu menyeret Yohanna menghadapi realitas sosial yang keras, mulai dari kemiskinan, korupsi, hingga eksploitasi anak. Situasi tersebut perlahan menggoyahkan keyakinan dan memaksanya mempertanyakan makna pengabdian.
Sebelum tayang di Tanah Air, film ini telah lebih dulu mencuri perhatian di panggung internasional sejak debut di International Film Festival Rotterdam 2024.
Yohanna kemudian meraih sejumlah penghargaan di Jogja-NETPAC Asian Film Festival, termasuk Film Terbaik dan Sutradara Terbaik.
Tak hanya itu, akting Laura Basuki juga mendapat pengakuan global dengan meraih penghargaan Aktris Terbaik di ajang festival film Asia di Roma, Italia.
Paling Menantang dalam Karir Laura Basuki
Laura mengaku peran ini menjadi salah satu pengalaman paling menantang dalam kariernya.
“Peran ini membawa saya ke pengalaman yang belum pernah saya rasakan sebelumnya. Saya harus berinteraksi sangat dekat dengan anak-anak asli Sumba, bahkan ada adegan naik kuda yang sangat menantang sekaligus seru,” ujar Laura, dikutip dari Suara, jaringan inibalikpapan.com.
Ia menegaskan karakter Yohanna bukan sosok yang sempurna.
“Dia adalah manusia yang terus belajar memahami hubungannya dengan Tuhan dan kehidupan di sekitarnya. Itu pelajaran berharga bagi saya,” katanya.
Sementara itu, sang sutradara menyebut film ini bukan sekadar kisah religi.
“Ini bukan hanya tentang biarawati, tapi tentang bagaimana kita sebagai manusia menghadapi realitas yang tidak selalu hitam putih. Banyak hal yang kita anggap benar bisa goyah saat berhadapan langsung dengan kerasnya kehidupan,” ujar Robby.
Film ini merupakan hasil kolaborasi produksi lintas negara antara Indonesia, Inggris, dan Italia, dengan proses syuting yang dilakukan langsung di Sumba.
Meski mengangkat isu sosial yang mendalam, Yohanna telah mendapatkan klasifikasi Semua Umur (SU), sehingga dapat disaksikan oleh berbagai kalangan.***
BACA JUGA
