Gubernur Kaltim Tinjau Jalan Pesisir Anggana–Muara Badak hingga Bontang

Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud (Harum) bersama Wakil Gubernur Seno Aji kembali melakukan kunjungan kerja (kunker) ke wilayah utara melewati kawasan pesisir Anggana - Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara, Bontang hingga Kutai Timur
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud (Harum) bersama Wakil Gubernur Seno Aji kembali melakukan kunjungan kerja (kunker) ke wilayah utara melewati kawasan pesisir Anggana - Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara, Bontang hingga Kutai Timur

MUARA BADAK, Inibalikpapan.com – Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud (Harum), bersama Wakil Gubernur Seno Aji, kembali melakukan inspeksi mendadak melalui kunjungan kerja (kunker) ke wilayah utara Kaltim. Fokus utama kunker kali ini adalah memastikan proyek infrastruktur di kawasan pesisir Anggana, Muara Badak, hingga Kutai Timur berjalan sesuai target.

Gubernur Harum menegaskan bahwa infrastruktur jalan yang layak adalah kunci utama untuk membangkitkan potensi ekonomi pesisir, khususnya sektor perikanan dan kelautan.

Jalan “Raksasa” di Muara Badak: Lebar 14 Meter untuk Logistik

Salah satu titik yang mencuri perhatian adalah pembangunan di sekitar Bundaran Simpang 5 Muara Badak. Gubernur secara langsung meninjau jalan sepanjang 900 meter dengan spesifikasi lebar mencapai 14 meter.

“Wah luar biasa ini Pak Camat. Lebar jalannya saja 14 meter lebih ini kita buatkan. Apa masih kurang?” ucap Gubernur Harum kepada Camat Muara Badak, Arfan, saat meninjau lokasi.

Menurutnya, pelebaran dan rekonstruksi jalan ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan upaya mempermudah distribusi barang dan logistik antar-kabupaten/kota. “Pesisir ini kaya produk kelautan. Infrastruktur transportasi harus terintegrasi dan terkoneksi dengan sangat layak,” tegasnya.

Solusi Cepat untuk Jalan Rusak di Kawasan Pipa Pertamina

Menanggapi keluhan warga soal jalan rusak yang masih berstatus kewenangan kabupaten atau badan usaha di kawasan pipa Pertamina, Gubernur Harum langsung menginstruksikan langkah taktis.

Ia meminta Bappeda dan Dinas PUPR Kaltim segera berkoordinasi dengan pihak terkait. Gubernur bahkan membuka peluang agar Pemprov Kaltim mengambil alih penanganan jika jalan tersebut sangat vital bagi warga.

“Jalan ini vital. Kita tidak bisa membiarkan jalan rusak menghambat warga. Segera koordinasi, kalau perlu biar provinsi yang tangani,” bebernya.

Detail Proyek PUPR Kaltim: Nilai Kontrak Ratusan Miliar

Kepala Dinas PUPR Kaltim, AM Fitra Firmanda, merinci sejumlah paket pekerjaan yang sedang digenjot di wilayah pesisir:

Ruas JalanJenis PekerjaanDetail & PanjangNilai Kontrak
Muara Badak – BontangRekonstruksi (Rigid Pavement)11 Km (3 Paket APBD)Rp120 Miliar
Muara Badak – BontangPelebaran & Overlay Aspal2 Paket (APBD Perubahan)Rp60 Miliar
Samarinda – AngganaPelebaran Beton & Aspal1,73 KmRp4,7 Miliar

Fitra menambahkan bahwa seluruh paket kegiatan ditargetkan berakhir pada 31 Desember 2025, dengan beberapa paket yang memungkinkan untuk diperpanjang melalui APBD 2026.

Tinjau Proyek Strategis di Bontang

Setelah dari Muara Badak, rombongan Gubernur dan Wagub melanjutkan perjalanan ke Bontang untuk meninjau pembangunan Bendungan dan kawasan Kendali Banjir (Bendal) Soekarno-Hatta.

Turut hadir dalam kunker ini Anggota Komisi XI DPR RI, Sarifah Suraidah Harum, Asisten Perekonomian Ujang Rachmad, serta jajaran pimpinan perangkat daerah Pemprov Kaltim. / Pemprov

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses