Harga Bawang dan Cabai Mulai Naik, Jangan Panic Buying

Panen cabai di Penajam Paser Utara / ist
Panen cabai di Penajam Paser Utara (foto : Humas PPU)

JAKARTA, Inibalikpapan.com – Anggota Komisi XI DPR RI, Andi Yuliani Paris, mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong atau panic buying di tengah ketidakpastian ekonomi global. Menurutnya, perilaku belanja berlebihan justru akan menjadi bumerang yang memicu lonjakan harga kebutuhan pokok di pasaran.

Peringatan ini disampaikan Andi menyusul tren kenaikan harga sejumlah komoditas pangan yang mulai terasa menjelang hari-hari besar keagamaan di tahun 2026.

Temuan Reses: Harga Bumbu Dapur Mulai Merangkak

Dalam kegiatan reses terbarunya, Andi mengungkapkan adanya pergerakan harga pada komoditas yang sangat sensitif terhadap inflasi. Meski kenaikannya belum tergolong ekstrem, dampak terhadap daya beli masyarakat kecil sudah mulai terasa.

“Dari hasil peninjauan di pasar saat reses, beberapa komoditas seperti bawang merah, bawang putih, hingga cabai rawit memang mengalami kenaikan. Kondisi ini tetap memengaruhi daya beli masyarakat, terutama kelompok yang sangat bergantung pada stabilitas harga pokok,” ujar Andi di Gedung Nusantara II, Senayan, Selasa (10/3/2026).

Dorong Evaluasi APBN 2026 untuk Kesejahteraan Rakyat

Menyikapi tekanan ekonomi global yang kian kuat, Andi Yuliani Paris mendorong pemerintah untuk melakukan pemantauan inflasi secara berkala. Ia bahkan menyarankan agar pemerintah berani melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan APBN 2026 jika kondisi terus memburuk.

  • Fokus Anggaran: Pemerintah diminta memprioritaskan anggaran untuk kebutuhan dasar rakyat.
  • Efisiensi: Program-program yang tidak berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat disarankan untuk ditinjau kembali skalanya.

“Anggaran negara benar-benar harus difokuskan untuk menjaga kesejahteraan rakyat di tengah tekanan global ini,” tegas politisi senior tersebut.

Tips bagi Masyarakat: Belanja Bijak

Guna menjaga stabilitas harga di daerah, khususnya di wilayah Kalimantan Timur dan sekitarnya, masyarakat diharapkan:

  1. Membeli barang sesuai kebutuhan, bukan keinginan.
  2. Tidak menyimpan stok berlebihan di rumah yang dapat mengganggu suplai pasar.
  3. Memanfaatkan program pasar murah jika tersedia di lingkungan sekitar.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses