Harga Kebutuhan Naik di Tengah Ramadan, BI Catat Inflasi Balikpapan Capai 0,75 Persen

Pedatang ayam di Pasar Kandasan Balikpapan (Foto:Samsul/Inibalikpapan.com)
Pedatang ayam di Pasar Kandasan Balikpapan (Foto:Samsul/Inibalikpapan.com)

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com — Harga kebutuhan di Balikpapan dan Penajam Paser Utara (PPU) mulai merangkak naik menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026. Badan Pusat Statistik mencatat inflasi Februari 2026 di Kota Balikpapan sebesar 0,75 persen (mtm), sementara PPU lebih tinggi, yakni 0,89 persen.

Secara tahunan, inflasi Balikpapan mencapai 4,14 persen dan PPU 4,13 persen. Angka ini masih lebih rendah dibanding rata-rata Kalimantan Timur dan nasional, namun sudah berada di atas target inflasi pemerintah sebesar 2,5 persen ±1 persen.

Kenaikan harga terutama dipicu meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Ramadan, ditambah cuaca hujan yang memengaruhi produksi hortikultura dan hasil laut.

Di Balikpapan, kenaikan harga paling terasa pada tiket pesawat yang melonjak seiring tingginya mobilitas masyarakat. Harga emas perhiasan juga ikut naik mengikuti tren global.

Cabai rawit kembali menjadi penyumbang utama inflasi karena pasokan dari Jawa dan Sulawesi berkurang akibat cuaca ekstrem. Selain itu, keterbatasan pasokan LPG turut mendorong kenaikan harga bahan bakar rumah tangga.

Sementara itu, beberapa komoditas justru mengalami penurunan harga. Bensin turun Rp550 per liter sejak awal Februari. Bawang merah dan daging ayam ras juga mencatatkan penurunan harga karena pasokan melimpah.

Di Kabupaten PPU, kenaikan harga paling terasa pada ikan layang akibat berkurangnya nelayan melaut karena cuaca buruk. Cabai rawit dan daging ayam ras juga ikut naik, sementara bawang merah dan ikan tongkol justru turun harga.

Warga Tetap Optismistis

Bank Indonesia Balikpapan mencatat optimisme masyarakat tetap tinggi meski harga mulai naik. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Februari 2026 berada di level 131,8, meningkat dibanding bulan sebelumnya.

Ke depan, risiko inflasi masih dipengaruhi puncak musim hujan dan potensi gelombang laut tinggi yang bisa mengganggu pasokan pangan. Ramadan dan Idul Fitri juga berpotensi meningkatkan permintaan secara signifikan.

Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Balikpapan dan PPU menyatakan akan memperkuat operasi pasar, pasar murah, serta kerja sama pasokan antar daerah guna menjaga stabilitas harga.

Dengan kondisi ini, warga diimbau berbelanja bijak dan memanfaatkan program pasar murah yang disiapkan pemerintah daerah selama Ramadan.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses