Harga TBS Akhir Maret 2026 di Kaltim Tembus Rp3.385 per Kg, Efek Global Menguat
SAMARINDA, Inibalikpapan.com – Tren positif menyelimuti sektor perkebunan di Bumi Etam. Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Kalimantan Timur resmi menunjukkan kenaikan signifikan pada periode akhir Maret 2026. Penguatan ini dipicu oleh melonjaknya harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) di pasar global maupun domestik.
Plt Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, Ahmad Muzakkir, mengungkapkan bahwa kenaikan harga mingguan ini didorong oleh tingginya permintaan dunia yang berbanding lurus dengan penguatan nilai jual CPO.
Rincian Harga TBS Berdasarkan Umur Tanaman
Berdasarkan ketetapan periode 16–31 Maret 2026, harga rata-rata tertimbang CPO dipatok sebesar Rp14.393,39 per kilogram, sementara harga kernel (inti sawit) berada di angka Rp13.352,93 per kilogram.
Berikut adalah rincian harga TBS per kilogram berdasarkan usia pohon:
- Pohon 3 Tahun: Rp2.979,23
- Pohon 4 Tahun: Rp3.174,46
- Pohon 5 Tahun: Rp3.196,06
- Pohon 6 Tahun: Rp3.231,07
- Pohon 7 Tahun: Rp3.251,03
- Pohon 8 Tahun: Rp3.275,10
- Pohon 9 Tahun: Rp3.346,03
- Pohon 10 Tahun (Keatas): Rp3.385,15
Himbauan bagi Petani: Perkuat Kemitraan, Lawan Tengkulak
Muzakkir menegaskan bahwa daftar harga tersebut merupakan standar resmi bagi petani yang telah menjalin kemitraan dengan perusahaan pemilik Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Kaltim, terutama bagi kebun plasma.
Pihaknya terus mendorong kelompok tani untuk memperkuat kerja sama langsung dengan Pabrik Minyak Sawit (PMS). Langkah ini dinilai krusial agar harga TBS di tingkat petani tetap stabil sesuai standar pemerintah dan tidak menjadi “permainan” para tengkulak.
“Melalui kerja sama ini, kami berharap harga TBS petani tetap normal sehingga kesejahteraan kelompok tani kelapa sawit di Kalimantan Timur benar-benar dapat terwujud,” ujar Muzakkir dalam keterangan resminya, Selasa (31/3/2026).
BACA JUGA
