Inflasi Kaltim Maret 2026 Tembus 3,31 Persen: Samarinda Tertinggi, Sektor Perawatan Pribadi Meroket

Petugas PLN sedang memperbaiki jaringan listrik / PLN
Listrik salah satu penyumbang inflasi di Kaltim Agustus 2025

SAMARINDA, Inibalikpapan.com – Laju kenaikan harga komoditas di Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan tren peningkatan pada pengujung triwulan pertama tahun ini. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim mencatat, inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) pada Maret 2026 mencapai 3,31 persen.

Angka tersebut mencerminkan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 107,73 pada Maret 2025 menjadi 111,30 pada Maret 2026.

Samarinda Pimpin Kenaikan Harga di Kaltim

Kepala BPS Provinsi Kaltim, Mas’ud Rifai, mengungkapkan bahwa dari empat kabupaten/kota yang dipantau, Kota Samarinda mencatatkan inflasi tahunan tertinggi.

“Inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Kota Samarinda sebesar 3,92 persen dengan IHK mencapai 111,38,” ujar Mas’ud dalam keterangan resminya, Jumat (3/4/2026).

Berikut adalah sebaran inflasi di wilayah pantauan Kaltim:

  • Kota Samarinda: 3,92% (Tertinggi)
  • Penajam Paser Utara: 3,02%
  • Kota Balikpapan: 2,95%
  • Kabupaten Berau: 2,38% (Terendah)

Kelompok Pengeluaran: Perawatan Pribadi dan Jasa Melonjak Tajam

Kenaikan harga terjadi pada hampir seluruh kelompok pengeluaran. Kejutan terbesar datang dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang meroket hingga 15,65 persen, menjadi kenaikan tertinggi di antara kelompok lainnya.

Selain itu, kelompok pengeluaran penting lainnya yang menyumbang inflasi meliputi:

  • Perumahan, Air, Listrik, & Bahan Bakar: Naik 5,25%
  • Makanan, Minuman, & Tembakau: Naik 3,35%
  • Pendidikan: Naik 2,44%
  • Kesehatan: Naik 1,54%

Di sisi lain, satu-satunya kelompok yang mengalami penurunan indeks (deflasi) adalah kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga yang turun sebesar 1,06 persen.

Inflasi Bulanan dan Kalender

Secara bulanan (month-to-month/m-to-m), Kaltim mengalami inflasi sebesar 0,72 persen pada Maret 2026. Sementara itu, tingkat inflasi tahun kalender (year-to-date/y-to-d) sejak Januari hingga Maret 2026 telah menyentuh angka 1,37 persen.

Kenaikan inflasi ini menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk memperkuat pengawasan stok komoditas, terutama pada kelompok makanan dan energi yang terus merangkak naik di awal tahun. / Pemprov

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses