Intip Kemeriahan Imlek Kuda Api di Swiss-Belhotel Balikpapan: Ada Atraksi Tonggak hingga Kembang Api
BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Suara sorakan pecah saat barongsai meloncat dari satu tonggak ke tonggak lain di ketinggian. Sekitar 150 tamu memadati ballroom Swiss-Belhotel Balikpapan dalam perayaan Imlek 2026 yang terasa jauh lebih meriah dibanding tahun sebelumnya.
Jika tahun lalu digelar lebih sederhana, perayaan Tahun Kuda Api kali ini tampil lebih berani. Jumlah tamu meningkat, konsep dibuat lebih atraktif, dan hiburan diperbanyak.
General Manager Swiss-Belhotel Balikpapan, Eksi Ayuningtyas, mengatakan pihaknya ingin menghadirkan pengalaman berbeda bagi warga kota yang ingin merayakan Imlek bersama keluarga tanpa harus bepergian ke luar daerah.
“Kami ingin suasana tahun ini lebih semarak dan meninggalkan kesan mendalam,” ujarnya.
Barongsai Tonggak Jadi Magnet Utama

Momen paling menegangkan terjadi saat barongsai tonggak tampil. Aksi akrobatik di atas tiang tinggi membuat sebagian penonton menahan napas. Beberapa anak terlihat terpaku, sementara orang tua mengabadikan momen dengan ponsel.
Menjelang pergantian hari, pertunjukan wushu memanaskan suasana sebelum akhirnya pesta kembang api selama sekitar 10–15 menit menerangi langit Balikpapan. Dentuman demi dentuman disambut tepuk tangan meriah.
Pertunjukan kembang api tersebut telah mengantongi izin resmi dari kepolisian sehingga berlangsung aman dan tertib.
Lebih dari 10 Menu, Tradisi Yusheng Paling Menarik
Tak hanya hiburan, sajian kuliner juga jadi daya tarik. Lebih dari 10 menu utama disiapkan, mulai dari bebek panggang, dim sum, Mi Hong Kong, hingga live cooking station.
Namun momen yang paling dinanti adalah tradisi yusheng. Para tamu berdiri mengelilingi meja, mengaduk salad ikan sambil mengangkatnya setinggi mungkin sebagai simbol doa keberuntungan dan kemakmuran.
Mi panjang umur pun turut disajikan sebagai lambang harapan kesehatan dan rezeki yang terus mengalir di tahun baru.
Dalam kalender Tionghoa, 2026 merupakan Tahun Kuda Api yang melambangkan energi, keberanian, dan optimisme. Filosofi ini dinilai sejalan dengan semangat warga Balikpapan yang terus bergerak di tengah pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur.
Perayaan ini pun bukan sekadar makan malam tahunan, tetapi menjadi ruang kebersamaan lintas budaya di Kota Minyak.
BACA JUGA
