Iran Mundur dari Piala Dunia 2026, Siapa Penggantinya?

Piala Dunia 2026
Piala Dunia 2026 / FIFA

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, memberikan sinyal terkuat bahwa Iran kemungkinan besar tidak akan berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Meksiko.

Pernyataan ini muncul menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah setelah serangan udara yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada akhir Februari lalu. Situasi ini menempatkan FIFA dalam posisi sulit untuk mencari solusi darurat hanya tiga bulan sebelum kick-off dimulai.

Misi Mustahil Bertanding di Tanah Lawan

Donyamali menegaskan bahwa secara politis dan keamanan, mustahil bagi “Team Melli” untuk bertanding di Amerika Serikat—salah satu tuan rumah—saat kedua negara tengah berada dalam ketegangan militer terbuka.

Padahal, hanya beberapa jam sebelum pernyataan tersebut, Presiden FIFA Gianni Infantino sempat mengeklaim telah mendapatkan jaminan keamanan agar Iran tetap bisa berkompetisi. Namun, fakta di lapangan menunjukkan hal yang berbeda, memicu spekulasi mengenai negara mana yang akan mengisi slot kosong tersebut.

Irak dan UAE Jadi Kandidat Kuat

Berdasarkan regulasi FIFA (Pasal 6), federasi memiliki otoritas penuh untuk menunjuk negara mana pun sebagai pengganti jika ada tim yang mengundurkan diri. Karena Iran lolos melalui kualifikasi zona Asia (AFC), maka pengganti dari benua yang sama dinilai paling masuk akal secara sportif.

Beberapa skenario yang mulai mencuat adalah:

  • Irak: Saat ini tengah bersiap untuk playoff antar-konfederasi di Meksiko. Namun, kendala perjalanan akibat konflik juga menghambat persiapan mereka.
  • Uni Emirat Arab (UAE): Negara yang kalah dari Irak di babak eliminasi sebelumnya juga disebut-sebut sebagai kandidat potensial.
  • Tanpa Pengganti: Secara regulasi, FIFA bisa saja tidak mengisi slot tersebut, meski langkah ini dinilai akan merugikan nilai komersial turnamen.

Regulasi dan Ancaman Sanksi

Mantan Direktur Regulasi Sepak Bola FIFA, James Kitching, menjelaskan bahwa pengunduran diri biasanya berujung pada denda finansial dan sanksi disiplin yang berat. Namun, melihat konteks perang yang terjadi, FIFA kemungkinan besar akan mengambil pendekatan pragmatis.

“Jika Iran mundur karena alasan konflik saat ini, saya ragu FIFA akan menjatuhkan sanksi mengingat situasi yang luar biasa ini,” ujar Kitching kepada Reuters.

Debut yang Terancam Batal

Sedianya, Iran dijadwalkan melakoni laga perdana penyisihan grup melawan Selandia Baru di Los Angeles pada 15 Juni 2026. Kini, kepastian laga tersebut bergantung sepenuhnya pada keputusan FIFA setelah babak playoff final selesai akhir bulan ini./reuters

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses