Juru Parkir di Balikpapan Dukung Transaksi Elektronik, Minta Pembayaran Lewat QRIS Masuk Lebih Cepat

Penerapan pembayaran parkir secara elektronik di Kota Balikpapan mulai dirasakan langsung oleh para juru parkir di lapangan. Meski dinilai sebagai langkah maju seiring perkembangan teknologi, sistem non-tunai ini masih menyisakan sejumlah catatan, terutama soal kecepatan transaksi. (Foto: Samsul/Inibalikpapan)

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Penerapan pembayaran parkir secara elektronik di Kota Balikpapan mulai dirasakan langsung oleh para juru parkir di lapangan. Meski dinilai sebagai langkah maju seiring perkembangan teknologi, sistem non-tunai ini masih menyisakan sejumlah catatan, terutama soal kecepatan transaksi.

Andri, salah satu juru parkir di Balikpapan, mengaku pada prinsipnya mendukung pembayaran parkir non-tunai. Menurutnya, digitalisasi sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dan sulit dihindari.

“Kalau menurut saya pribadi, ini bagus. Sekarang kan hampir semua serba elektronik. Mau beli apa pun sudah pakai QRIS, termasuk parkir,” ujar Andri saat ditemui di sela aktivitasnya, Selasa (6/1/2026).

Namun, ia mengungkapkan masih ada kendala teknis yang kerap muncul, khususnya ketika pembayaran menggunakan QRIS tidak langsung masuk ke sistem. Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan kebingungan, baik bagi juru parkir maupun pengguna jasa.

“Pernah ada kejadian, orang sudah bayar pakai QRIS, tapi dananya belum langsung masuk. Itu bikin khawatir juga, baik bagi kami maupun pengguna,” jelasnya.

Andri menyebut, keterlambatan transaksi semacam itu bukan kejadian tunggal. Ia mengaku pernah mengalami hal serupa hingga beberapa kali, termasuk saat bertransaksi di luar aktivitas parkir. Meski dana akhirnya tetap masuk, jeda waktu tersebut kerap menimbulkan tanda tanya di awal.

“Bukan berarti uangnya tidak masuk, sebenarnya tetap masuk, cuma telat. Tapi kan orang maunya sekali scan langsung beres, tidak ada keraguan,” tambahnya.

Saling Percaya

Di lapangan, Andri mengatakan situasi tersebut biasanya diselesaikan dengan saling memahami. Kepercayaan antara juru parkir dan pengguna menjadi kunci, sementara pembayaran tunai masih digunakan sebagai alternatif jika sistem mengalami kendala.

“Kita sih saling percaya saja. Kalau memang sudah bayar tapi belum masuk, ya kita tunggu. Atau kalau mau, bisa pakai cash dulu,” katanya.

Ia berharap ke depan kualitas sistem pembayaran elektronik, khususnya QRIS, bisa terus ditingkatkan agar transaksi dapat berjalan lebih cepat dan real time. Menurutnya, hal itu penting untuk menghindari kesalahpahaman di lapangan.

“Harapan kami ke depan, sistemnya bisa lebih dipercepat. Jadi begitu scan, langsung masuk. Biar tidak ada kekhawatiran atau salah paham,” tutup Andri.

Sementara itu, Pemerintah Kota Balikpapan menyatakan akan terus melakukan evaluasi dan pembenahan dalam penerapan pembayaran parkir elektronik, agar memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat maupun petugas di lapangan.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses